Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Pastikan Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Tahap II Rp3 Triliun Berjalan

Hendra Efison • Rabu, 22 Januari 2025 | 14:22 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau rencana pembangunan proyek Fly Over Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu (15/1/2025) lalu.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau rencana pembangunan proyek Fly Over Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu (15/1/2025) lalu.
PADEK.JAWAPOS.COM— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau persiapan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat, Rabu (15/1/2025). Proyek strategis ini direncanakan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mengatasi permasalahan longsor yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Dalam kunjungannya, Andre didampingi oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Triono Junoasmoro, Direktur Operasi III PT Hutama Karya Koentjoro, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar Thabrani, Kadis PU Sumbar Era Sukma Munaf, dan Dirut PT Semen Padang Indrieffouny Indra.

Andre menjelaskan, pembangunan tahap pertama Fly Over Sitinjau Lauik akan membentang sepanjang 2,7 kilometer hingga kawasan Panorama 1 dengan anggaran hampir Rp2,8 triliun. Proyek ini ditargetkan selesai dalam dua tahun dan rampung pada 2027.

"Tahap pertama ini penting untuk mencegah kecelakaan yang hampir terjadi setiap hari di kawasan ini. Pemenang lelang telah ditetapkan pada November 2024, yaitu PT Hutama Karya, yang kini telah membentuk badan usaha pelaksana (BUP) di akhir 2024," ujar Andre.

Proyek tersebut kini berada di meja Dirjen Bina Marga untuk penyelesaian administrasi kontrak. "Kami berharap proses ini segera rampung sehingga konstruksi bisa segera dimulai," tambah Andre.

Andre juga memaparkan rencana pembangunan tahap kedua sepanjang 4 kilometer hingga kawasan Panorama 2, dengan total anggaran sekitar Rp3 triliun. Tahap kedua ini dijadwalkan dimulai pada 2027.

Selain itu, ada wacana pembangunan rest area untuk mengakomodasi UMKM sekaligus mencegah aktivitas berdagang di badan jalan seperti di kawasan Kelok 9. "HK dan pihak provinsi akan mencari lokasi yang aman untuk rest area ini," jelas Andre.

Direktur Operasi III PT Hutama Karya Koentjoro menegaskan kesiapan pihaknya untuk melaksanakan proyek ini.

"Kami siap memulai tahap pertama dalam waktu dekat dan berharap proyek ini selesai tepat waktu sehingga masyarakat Sumbar dapat segera menikmatinya," kata Koentjoro.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Triono Junoasmoro juga mendukung penuh proyek yang menggunakan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) ini.

"Penunjukan pemenang lelang telah selesai, badan usaha pelaksana telah dibentuk, dan proses kontrak sedang dalam tahap finalisasi. Kami berharap konstruksi segera dimulai," ujar Triono.

Andre berharap Fly Over Sitinjau Lauik dapat menjadi solusi bagi permasalahan transportasi di Sumatra Barat.

"Jalur lama tetap bisa digunakan oleh masyarakat. Dengan adanya fly over ini, kita ingin memberikan pilihan yang lebih aman dan nyaman bagi pengendara," pungkasnya.

Proyek Fly Over Sitinjau Lauik diharapkan selesai sesuai jadwal dan menjadi kebanggaan Sumatra Barat. Fly over ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan berkendara tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Editor : Hendra Efison
#Fly Over Sitinjau Lauik #Wakil Ketua Komisi VI DPR RI #Andre rosiade