Direktur Mikro BRI, Supari, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima alokasi KUR senilai Rp 160 triliun, belum termasuk skema KUR padat karya yang bertujuan untuk mendorong industri berbasis tenaga kerja.
"Kami memperoleh kuota Rp160 triliun dari total Rp300 triliun. Selain itu, kami juga mendapatkan alokasi Rp 20 triliun khusus untuk KUR padat karya yang ditujukan bagi sektor industri guna meningkatkan produktivitas serta mengurangi pengangguran dan kesenjangan ekonomi," ujar Supari, Senin (10/2).
Pada tahun lalu, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 184,98 triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dana tersebut sebagian besar mengalir ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan perdagangan.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa realisasi penyaluran KUR 2024 melampaui target. Hingga 23 Desember 2024, total KUR yang tersalurkan mencapai Rp 280,28 triliun atau 100,10 persen dari target, dengan jumlah penerima 4,92 juta debitur.
"Meski menghadapi tantangan ekonomi global, komposisi penyaluran KUR tetap didominasi sektor produksi sebesar 57,8 persen. Kualitas kredit juga terjaga dengan tingkat non-performing loan (NPL) stabil di 2,19 persen," jelas Airlangga.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperluas cakupan KUR pada 2025, sehingga lebih banyak UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(jpg)
Editor : Hendra Efison