Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

CKG Terus Berlanjut, Masyarakat Butuh Berobat Gratis

ZikriNiati ZN • Kamis, 13 Februari 2025 | 10:30 WIB

DIBUAT SEMENARIK MUNGKIN: Seorang anak mendapat pelayanan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Santok, Pariaman, kemarin. Puskesmas ini menyediakan badut untuk menarik minat anak-anak.(ZIKRINIATI/PADEK)
DIBUAT SEMENARIK MUNGKIN: Seorang anak mendapat pelayanan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Santok, Pariaman, kemarin. Puskesmas ini menyediakan badut untuk menarik minat anak-anak.(ZIKRINIATI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kota Pariaman telah memulai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kemarin. Namun dari hari pertama pelaksanaan tersebut, mencuat sejumlah persoalan.

Di antaranya, sempat terkendala pembukaan aplikasi. Beberapa item pemeriksaan juga belum bisa dilakukan karena belum tersedianya alat penunjang pemeriksaan tersebut.

“Awalnya sempat terkendala pembukaan aplikasi khusus CKG. Namun kemudian setelah menunggu, akhirnya aplikasi bisa dibuka,” ujar Kepala Puskesmas Santok Isneli Warni kepada Padang Ekspres, kemarin.

Untuk kemarin, ada empat warga yang melakukan CKG. Baik dewasa dan balita. Suasana ruangan dibuat semenarik mungkin sehingga warga yang melakukan pemeriksaan terlihat antusias. 

Puskesmas Santok juga menyediakan badut untuk menarik minat anak-anak melakukan CKG. Pemeriksaan kesehatan tersebut berlangsung hingga tutup jam pelayanan puskesmas.

Antara dewasa dan anak memilki pemeriksaan yang berbeda. Untuk anak-anak, mulai dari gizi, gigi, THT, tuberkolosis dan lainnya. Sedangkan untuk dewasa pemeriksaan gigi, THT, tiroid, jantung, gula darah, tekanan darah, fungsi ginjal, hepatitis dan lainnya. 

Namun untuk pemeriksaan dewasa ada beberapa item yang belum bisa dilakukan. Seperti pemeriksaan jantung lewat EKG, tes iva untuk mengetahui kondisi serviks perempuan dan pemeriksaan hepatitis C. Kondisi ini karena pihaknya masih menunggu sejumlah alat yang saat ini masih tengah diusahakan Kemenkes RI.

“Tapi sesuai petunjuk teknis pemeriksaan tetap telah harus dilaksanakan sembari menunggu kelengkapan alat pemeriksaan penunjang kesehatan. Alhamdulillah dalam waktu sehari pemeriksaan telah selesai dilakukan dan hasilnya juga sudah diinput ke aplikasi yang sudah dimiliki setiap pasien,” ujarnya.

Ia berharap untuk hari ini pemeriksaan bisa lebih awal dilaksanakan dan aplikasi bisa terbuka dengan cepat. Sehingga, jumlah yang dilayani untuk bisa bertambah.

Eva Suryana, 42, yang mengikuti CKG menyebut, antusiasi mengikuti program ini. Sebab, jika pemeriksaan dilaksanakan secara mandiri tentu membutuhkan biaya yang cukup besar.

Dengan CKG, ia berharap mengetahui kondisi nyata fisiknya saat ini. Jika memang terdeteksi hal yang tidak normal pada kesehatannya, bisa segera diobati dan melakukan pencegahan agar tidak sampai kondisi berat. “Deg-degan juga menunggu hasilnya. Semoga semua baik-baik saja,” sebutnya.

Butuh Berobat Gratis

Di Padangpariaman, sejumlah warga punya pandangan berbeda terhadap program kesehatan itu. “Cek kesehatan saja. Itu seperti apa konsepnya? Apakah kita yang sehat ini pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk dicek?” ujar Irman, 52, salah seorang warga Lubuakalung.

Menurutnya, apabila hanya cek kesehatan, tidak menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. Berbeda halnya dengan berobat gratis. “Orang sehat, jarang yang mau cek-cek kesehatan. Malah banyak yang takut ke puskesmas apalagi rumah sakit kalau mereka sehat,” sambungnya.

Untuk itu, menurutnya yang mesti dilakukan pemerintah yaitu memberikan program berobat gratis. “Jadi tidak ada lagi namanya harus BPJS atau mandiri. Nyawa kita ini kan sama harganya ya?” tanyanya sembari tersenyum.

Namun terlepas dari itu, ia mengaku belum mengetahui tentang program Cek Kesehatan Gratis. Sebab, ia sangat jarang pergi ke puskesmas ataupun RSUD Padangpariaman. “Saya juga tidak pernah lihat ada balihonya,” tukasnya.

Roslina, 44, warga lainnya juga mengaku belum mengetahui tentang program Cek Kesehatan Gratis tersebut. Di sisi lain, ia pun mengaku setuju dengan pendapat Irman.

Menurutnya berobat gratis memang paling dibutuhkan masyarakat. Sebab, ia melihat masih banyak masyarakat yang tidak memiliki BPJS Kesehatan gratis atau PBI (Penerima Bantuan Iuran).

“Sering kita lihat kan, orang tidak punya BPJS ujung-ujungnya jadi pasien mandiri. Padahal ekonominya sulit. Ada juga yang pakai BPJS pemerintah, tapi tetap sulit berobat karena biaya lain. Ini sering dialami pasien rujukan ke luar daerah,” katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman Sri Nelis mengatakan bahwa program CKG sudah diberlakukan di Padangpariaman sejak 1 Februari. “Sesuai instruksi pusat kan pemberlakuan memang dimulai 1 Februari,” ujarnya kemarin.

Namun, ia mengakui, pihaknya memang belum melakukan sosialisasi secara maksimal, lantaran program itu belum di-launching di Padangpariaman. “Kami akan launching setelah pelantikan bupati. Provinsi kan juga belum launching,” ucapnya.

Sedangkan menyangkut penerapan, pihaknya sudah mengikuti beberapa kali zoom metting dengan Kementerian Kesehatan. Hal itu untuk memastikan teknis pelaksanaan program tersebut.

“Jadi sekarang di puskesmas kita itu, bagi yang berulang tahun akan di arahkan ke layanan Cek Kesehatan Gratis tersebut,” katanya.

Hanya saja, menyangkut data jumlah layanan CKG yang sudah dilakukan, Sri Nelis mengatakan semua terekam dalam aplikasi.

“Untuk antusia warga itu, belum dapat juga kami gambarkan. Sebab ini kan program baru. Sosialisasi juga masih belum maksimal. Tapi setiap layanan itu terdata di aplikasi,” tukasnya.
Pemko Bukittinggi Realisasikan CKG

Terpisah, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi juga telah mulai merealisasikan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini ditinjau langsung Penjabat (Pj) Sekretaris Kota Bukittinggi Al Amin, kemarin (12/2).

Dia menyampaikan, program ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Kota Bukittinggi. Untuk Kota Bukittinggi, program ini ditargetkan dapat menjangkau 125 ribu jiwa, dengan harapan setidaknya 50 persen dari jumlah tersebut dapat terealisasi pada tahun ini.

“Pemko Bukittinggi berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan efektif dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan secara gratis. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala serta mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa terbebani biaya,” ujarnya.

Al Amin menginstruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga medis dalam mendukung kelancaran program ini.

Ia berharap, dengan adanya CKG, kualitas kesehatan masyarakat Bukittinggi dapat meningkat dan angka deteksi dini penyakit dapat lebih optimal. (nia/apg/stg)

Editor : Novitri Selvia
#pemko bukittinggi #Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman #Sri Nelis #Cek Kesehatan Gratis 2025 #CKG