Inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan pengawasan terhadap potensi penyelundupan narkotika melalui jalur transportasi udara.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, mengungkapkan bahwa penempatan unit K9 di BIM merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan deteksi dini terhadap aktivitas penyelundupan narkoba.
"Implementasi ini difokuskan pada peningkatan efektivitas pemantauan terhadap lalu lintas narkotika, baik yang masuk maupun keluar melalui jalur penerbangan," jelasnya Kamis (20/2/2025).
Dalam pelaksanaannya, unit khusus K9 dari Ditsamapta Polda Sumbar ditempatkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, mencakup bagasi penumpang, area kargo, serta lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi celah penyelundupan narkoba.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas kepolisian dan anjing pelacak secara rutin melaksanakan patroli dan inspeksi acak guna memastikan tingkat keamanan optimal di seluruh area bandara.
Kombes Pol Dwi Sulistyawan menekankan bahwa penggunaan unit K9 merupakan implementasi dari strategi kepolisian dalam menekan peredaran narkoba, terutama mengingat posisi Sumatera Barat yang strategis sebagai salah satu jalur distribusi.
"Keunggulan unit K9 terletak pada kemampuan superior mereka dalam mendeteksi narkotika melalui indera penciuman yang sangat sensitif. Kehadiran mereka diharapkan dapat memaksimalkan upaya pencegahan peredaran narkoba, khususnya di gerbang masuk seperti bandara," tuturnya.
Dalam upaya memaksimalkan pengawasan, Polda Sumbar juga menjalin koordinasi intensif dengan pihak pengelola bandara dan Bea Cukai, khususnya dalam pengawasan pengiriman barang melalui layanan kargo udara. Sinergi ini dipandang penting untuk menutup celah-celah yang mungkin dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkoba.
"Melalui pelibatan unit K9 ini, kami menargetkan peningkatan efektivitas pengawasan terhadap jalur distribusi narkotika. Harapannya, upaya pencegahan peredaran barang terlarang di wilayah Sumatera Barat dapat berjalan lebih optimal," tambah Kombes Dwi Sulistyawan. (*)
Editor : Hendra Efison