Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) bagi keluarga tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Abbas. Keduanya memiliki empat anak dan tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni, sementara kondisi Pak Abbas juga mengalami sakit menahun. Selain sahur bersama, kami juga menyerahkan bantuan bedah rumah untuk keluarga ini," ujar Mahyeldi.
Adapun rincian bantuan yang diberikan meliputi bedah RTLH dari Baznas Sumbar senilai Rp25 juta, bantuan dari Bank Nagari Rp2,5 juta, serta sejumlah paket kebutuhan dan perlengkapan ibadah.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, beserta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut.
Safari Ramadhan ke Masjid Nurul Yaqin
Setelah sahur, Gubernur Mahyeldi dan rombongan melanjutkan agenda ke Masjid Nurul Yaqin Bukit Cangang, Kelurahan BCKR, Kecamatan Guguk Panjang, untuk mengisi Subuh Mubarakah.
Dalam tausiahnya, Gubernur mengajak jemaah untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai sarana meraih kemuliaan dunia dan akhirat.
"Kemuliaan di dunia meliputi jalan keluar dari berbagai masalah, rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka, serta kecukupan dalam kebutuhan hidup. Sementara kemuliaan di akhirat, salah satunya adalah Allah menutupi kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat," tutur Mahyeldi.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi atas perhatian besar Pemprov Sumbar terhadap masyarakat Bukittinggi.
"Beberapa hari lalu, TSR dipimpin Pak Wagub berkunjung ke sini. Malam ini giliran Pak Gubernur yang Safari Ramadhan di Bukittinggi. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Masjid Nurul Yaqin, Kasmiruddin, menerima hibah senilai Rp25 juta dari Pemprov Sumbar untuk kelanjutan pembangunan masjid.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Sekda Kota Bukittinggi, Al Amin; Kadisdik Sumbar, Barlius; Kadinsos Sumbar, Syaifullah; Kabiro Adpim Sumbar, Mursalim; Kabiro Umum Sumbar, Edi Dharma; Direktur RSAM Bukittinggi, Busril, serta sejumlah pejabat lainnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto