Diskusi yang dipandu Pj Sekda Sumbar Yozarwardi turut dihadiri Forkopimda, instansi vertikal, serta OPD terkait. Gubernur Mahyeldi mengingatkan bahwa terdapat enam jalur utama sebagai pintu masuk ke Sumbar. Untuk menghindari kemacetan, pemudik perlu diarahkan sesuai tujuan masing-masing dengan pemanfaatan jalur alternatif.
“Kami meminta Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk tetap siaga. BMKG memprediksi curah hujan menurun akhir Maret, namun meningkat pada April. Maka, alat berat, operator, dan bahan bakar harus tersedia di titik-titik rawan,” ujar Mahyeldi.
Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, sistem one way Padang–Bukittinggi akan kembali diberlakukan. Pengendara dari Padang menuju Bukittinggi akan melalui jalur Padangpanjang, sementara arah sebaliknya melewati jalur Malalak.
“Dengan skema ini, pengendara dari Padang tidak akan melewati tanjakan curam di Malalak. Untuk kawasan wisata, pengelola objek wisata harus memastikan keselamatan pengunjung dengan sarana kesehatan yang memadai,” tambahnya.
Tol Padang-Sicincin Ready
Di sisi lain, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy bersama Forkopimda mengecek kesiapan Tol Padang-Sicincin guna menghadapi arus mudik Lebaran, Kamis (20/3/2025).
“Alhamdulillah, hari ini kami telah melakukan pengecekan. Insya Allah, Tol Padang-Sicincin siap digunakan dan diharapkan memberikan kenyamanan bagi masyarakat Sumbar serta pemudik dari luar daerah,” ujar Vasko.
Tol Padang-Sicincin akan beroperasi secara fungsional mulai 24 Maret hingga 10 April 2025, dengan jam operasional pukul 08.00–16.00 WIB. Fasilitas yang tersedia mencakup dua jalur dari arah Padang dan Sicincin. Meski masih gratis, pengendara wajib membawa kartu tol untuk pendataan.
“Jika ada yang lupa membawa kartu tol, fasilitas sudah tersedia di pintu tol. Kami juga menyediakan layanan call center dan patroli jalan raya untuk membantu jika terjadi gangguan atau keadaan darurat,” jelas Vasko.(*)
Editor : Hendra Efison