Sabtu pagi (5/4), sekitar pukul 09.00 WIB, pemilik sebuah bangunan bekas cafe di Bukit Ransam, Kampung Sungai Nipah, dikejutkan oleh penemuan kerangka manusia di dalam sebuah bak mandi bekas sarang burung walet.
Lokasi penemuan itu diketahui merupakan bekas Cafe Karisma, yang kini tak lagi beroperasi. Sontak, warga sekitar geger. Informasi menyebar cepat, dan dalam hitungan jam, tim gabungan dari Satreskrim Polres Pesisir Selatan langsung turun tangan.
Tanpa menunggu lama, polisi bergerak cepat. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah penemuan kerangka, tepatnya pada Minggu dini hari (6/4) pukul 03.50 WIB, aparat berhasil menangkap terduga pelaku. Ia adalah BS alias Bobi (34), seorang buruh harian lepas asal Kampung Teluk Bakung, Kenagarian Gurun Panjang Utara, Kecamatan Bayang.
Penangkapan dilakukan di rumah seorang warga bernama Ucok, yang berlokasi di Jalan Pincuran Madam, Kenagarian Painan Utara. Penangkapan ini dipimpin langsung oleh tim dari Unit Resum Satreskrim Polres Pessel, yang sejak awal penyelidikan sudah mencium jejak pelaku.
Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, AKP M Yogie Biantoro, dalam keterangan resminya Minggu (6/4) menyebutkan bahwa korban diketahui bernama Periwisata (32), warga Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera.
Dari pengakuan pelaku, pembunuhan terjadi sekitar Maret 2023 lalu, tepatnya pukul 22.00 WIB, di kamar miliknya yang berada dalam area Cafe Karisma. Menurut pengakuan BS, korban datang seorang diri malam itu untuk meminjam uang sebesar Rp400 ribu. Permintaan itu ditolak, dan dari situlah cekcok bermula.
"Pelaku mengaku emosi lalu memukul korban dengan balok kayu hingga tewas di tempat. Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dimutilasi menggunakan parang dan gergaji. Potongan tubuh disembunyikan di dalam bak mandi bekas sarang walet," ujar AKP Yogie.
Kini, kasus ini tengah didalami lebih lanjut oleh aparat kepolisian. Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan terus menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus keji ini.
"Proses hukum terhadap pelaku terus berjalan. Kami juga masih mendalami motif lain dan apakah ada pelaku tambahan di balik peristiwa ini," tambah AKP Yogie.
Kasus ini menjadi pengingat kelam akan pentingnya peran serta masyarakat dalam pelaporan kejadian mencurigakan, serta respons cepat kepolisian yang patut diapresiasi.(yon)
Editor : Hendra Efison