Dalam laporan prakiraan cuaca yang dirilis pada 6 April 2025 pukul 15.00 WIB, BMKG menyebutkan adanya daerah belokan massa udara akibat sistem tekanan rendah di perairan barat Lampung.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan penambahan uap air di wilayah perairan Sumatera Barat, yang diperkuat dengan fase aktif MJO (Madden Julian Oscillation) pada fase 2.
Potensi Hujan dan Cuaca Buruk
BMKG memprediksi potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai angin terjadi pada sore hingga malam hari di beberapa wilayah perairan, antara lain:
-
Perairan Pasaman Barat - Agam
-
Perairan Padang Pariaman - Padang
-
Perairan Pesisir Selatan
-
Perairan Barat dan Timur Siberut
-
Perairan Barat dan Timur Sipora
-
Perairan Barat dan Timur Pagai.
"Puncak cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada 12-13 April 2025, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang meluas di seluruh wilayah perairan Sumatera Barat dan Mentawai," kata Prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur dalam keterangannya, Minggu (6/4).
Kecepatan Angin dan Gelombang Laut
Arah angin dominan dari barat laut – utara menuju timur – tenggara, dengan kecepatan antara 2–15 knot, dan dapat meningkat hingga 22 knot, khususnya di wilayah perairan yang disebutkan di atas.
Sementara itu, tinggi gelombang laut diprediksi sebagai berikut:
-
0,50 – 1,10 meter: Perairan Pasaman Barat-Agam, Padang Pariaman-Padang, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai
-
0,50 – 1,30 meter: Perairan Pesisir Selatan
-
1,20 – 2,00 meter: Perairan Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
BMKG juga memperingatkan potensi gelombang sedang hingga tinggi (1,5 – 2,0 meter) di hampir seluruh wilayah perairan Sumatera Barat dan Mentawai pada 12-13 April 2025 seiring dengan peningkatan intensitas hujan.
Pasang Surut dan Potensi Rob
-
Pasang maksimum: 1,4 meter pada pukul 07.00 – 10.00 WIB
-
Surut minimum: 0,2 meter pada pukul 01.00 – 03.00 WIB.
-
Kondisi ini diperkirakan terjadi pada 12-13 April 2025 dan berpotensi menyebabkan banjir rob, khususnya di wilayah pesisir pantai Sumatera Barat dan Mentawai. Dampak banjir rob dapat meningkat bila bersamaan dengan hujan sedang hingga lebat.
BMKG mengimbau masyarakat dan nelayan untuk waspada terhadap cuaca buruk yang berpotensi terjadi pada malam hingga dini hari, terutama pada puncak periode 12-13 April 2025.
Aktivitas di laut disarankan dilakukan dengan kewaspadaan tinggi demi keselamatan.(*)
Editor : Heri Sugiarto