PADEK.JAWAPOS.COM-Jumlah penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) selama arus mudik dan pasca-libur Lebaran 2025 tercatat sebanyak 173.012 orang, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 198.014 orang.
Penurunan ini terjadi pada periode 21 Maret hingga 9 April 2025, mengindikasikan adanya perubahan dalam pola perjalanan mudik udara tahun ini.
Humas BIM, Fendrick Sondra, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah penumpang ini disebabkan oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah pengurangan jumlah penerbangan harian. Tahun lalu, BIM melayani rata-rata 73 penerbangan per hari, sementara tahun ini hanya sekitar 61 penerbangan per hari.
“Penurunan ini tidak bisa dipisahkan dari hukum ekonomi yang berlaku di industri penerbangan. Ketika armada terbatas, otomatis kapasitas angkut pun berkurang,” ujar Fendrick dalam keterangan resmi pada Rabu (9/4).
Secara keseluruhan, BIM mencatatkan 1.212 pergerakan pesawat selama arus mudik dan balik Lebaran 2025, menurun dari 1.469 pergerakan pesawat tahun lalu.
Rata-rata pergerakan pesawat per hari turun signifikan, yakni 61 penerbangan per hari pada 2025, dibandingkan hampir 73 penerbangan per hari pada 2024.
Fendrick juga menyebutkan bahwa keluhan terkait harga tiket pesawat yang melonjak tinggi selama periode Lebaran turut memengaruhi tren penurunan ini.
Beberapa rute, terutama yang menuju luar Sumatra, mengalami lonjakan harga hingga mencapai Rp10 juta. Namun, Fendrick menjelaskan bahwa hal ini tidak terlepas dari sistem penjualan tiket daring yang mengandalkan algoritma otomatis.
“Tarif tiket sebenarnya sudah ditetapkan oleh pemerintah. Namun, harga tinggi bisa terjadi karena banyak penumpang memilih penerbangan dengan transit, yang mengakibatkan tarif penerbangan langsung (direct flight) menjadi lebih mahal,” jelasnya.
Meski penurunan jumlah penumpang terjadi, Fendrick menambahkan bahwa arus penumpang domestik masih mendominasi, mencapai 70% dari total pergerakan penumpang.
Sebagian besar penumpang domestik berasal dari kawasan Jabodetabek. Meskipun demikian, ada pula peningkatan pada rute internasional, terutama ke Kuala Lumpur dan Singapura, yang diikuti dengan penambahan layanan penerbangan oleh maskapai seperti Super Jet dan Scoot.
Secara keseluruhan, rata-rata jumlah penumpang harian pada masa mudik dan balik Lebaran tahun ini adalah 8.652 orang, turun dari 9.931 orang pada 2024. Walaupun demikian, BIM terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kepadatan, BIM mengoperasikan sebagian dari terminal baru untuk menghindari penumpukan di area kedatangan.
“Dengan pengoperasian parsial terminal baru, kami berhasil menghindari penumpukan penumpang, dan bandara tetap terasa nyaman,” kata Fendrick.
Peningkatan layanan juga dilakukan di sisi darat (land side) untuk memastikan tidak ada hambatan dalam proses check-in maupun kedatangan penumpang.
Fendrick menambahkan, selama libur Lebaran, pihak bandara juga menyuguhkan hiburan budaya khas Minangkabau seperti musik tradisional dan sambutan adat untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi para penumpang.
Meski ada penurunan arus penumpang, BIM tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah melanjutkan pengembangan terminal baru yang akan memperluas kapasitas dan mempermudah akses bagi penumpang.
Selain itu, BIM juga berencana untuk memperluas jaringan penerbangan, baik domestik maupun internasional, guna memenuhi kebutuhan transportasi udara yang terus berkembang.
Fendrick juga menekankan bahwa meskipun ada penurunan jumlah penumpang selama periode mudik dan balik Lebaran, masih banyak kedatangan yang terjadi setelah libur Lebaran, terutama oleh perantau yang memanfaatkan waktu setelah Lebaran untuk pulang kampung.
“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan, masih banyak perantau yang memilih untuk melakukan perjalanan setelah liburan Lebaran selesai,” jelas Fendrick. (cr1)
Editor : Novitri Selvia