Kecelakaan pertama melibatkan bus Sembodo, yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Batangpamo, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (10/4). Insiden ini melibatkan dua kendaraan lain, Mitsubishi Dump Truck dan Hino Dump Truck.
Menurut Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, insiden berawal saat Hino dump truk hendak menyalip kendaraan di depannya namun terhalang kendaraan dari arah berlawanan.
Pengemudi mengerem mendadak dan membanting setir ke kiri, mengenai Mitsubishi dump truk di depannya. Dalam waktu bersamaan, bus Sembodo menabrak bagian belakang Hino dump truk.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun, bus Sembodo mengalami kerusakan parah di bagian kaca depan. Ketiga kendaraan kini diamankan di Mako Satlantas Polres Solok Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.
Berbeda dengan itu, insiden kedua berakhir tragis. Bus Miyor jurusan Bukittinggi–Jakarta mengalami kecelakaan tunggal di Tol Kapal Betung KM 356-800 A, wilayah Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pukul 07.15 WIB di hari yang sama.
Bus tersebut terguling akibat patah pada sistem air suspension belakang kanan, sehingga kendaraan oleng dan menghantam pembatas jalan. Sopir bus, Feldi, warga Muarakalaban (Sawahlunto), dilaporkan meninggal dunia di lokasi.
Menurut Kasat Lantas Polres OKI AKP Oke Panji Wijaya, olah tempat kejadian perkara telah dilakukan dan barang bukti diamankan. Korban luka-luka kini dirawat intensif, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan demi mencegah insiden serupa.
Arus Mudik Menurun Tajam di Sumbar
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar mencatat penurunan signifikan jumlah kendaraan pemudik masuk Sumatera Barat sepanjang Lebaran 2025. Hanya 47 ribu kendaraan tercatat masuk, turun hampir 50 persen dari 83 ribu kendaraan pada periode yang sama tahun lalu.
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan menyebut penurunan terbesar terjadi di perbatasan Sumbar–Riau, tepatnya di Kabupaten Limapuluh Kota, yang hanya mencatat 28.931 kendaraan. Sementara itu, di perbatasan Sumbar–Jambi, hanya 10 ribu kendaraan tercatat, turun dari 28 ribu kendaraan pada tahun 2024.
Penurunan juga terjadi di perbatasan Sumbar–Bengkulu via Muko-Muko, yang hanya mencatat 2.553 kendaraan dari sebelumnya 3.719 kendaraan.
Meski terjadi penurunan, arus lalu lintas tetap menunjukkan titik-titik kepadatan, terutama di jalan Padang–Bukittinggi, khususnya Simpang Padanglua dan Exit Tol Padang–Sicincin. Kemacetan dipicu oleh rasa penasaran warga terhadap tol baru dan kepadatan rest area.
Penerapan rekayasa lalu lintas one way selama arus mudik dan balik dinilai berhasil menjaga kelancaran. Kendaraan dari Padang ke Bukittinggi diarahkan via Lembah Anai, dan sebaliknya melalui jalur Malalak–Sicincin.
21 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Selama Operasi Ketupat 2025
Dalam konferensi pers Anev Operasi Ketupat Singgalang 2025, terungkap bahwa terjadi lonjakan angka kecelakaan hingga 108 kasus, naik 20 persen dibandingkan tahun lalu (86 kasus). Jumlah korban meninggal dunia naik menjadi 21 orang, dari sebelumnya 13 orang.
Korban luka berat menurun menjadi 12 orang, dari 26 orang pada tahun 2024. Namun, korban luka ringan meningkat tajam menjadi 201 orang dari 134 orang pada tahun lalu.
“Kami mengimbau seluruh pengendara, baik pribadi maupun angkutan umum, untuk selalu memperhatikan kondisi fisik kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas,” tutup Kombes Pol Dwi Nur Setiawan. (frk/rid/cip)
Editor : Novitri Selvia