Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis BMKG, terdapat daerah belokan massa udara di wilayah perairan Sumatera Barat yang dipicu oleh adanya daerah tekanan rendah di sebelah barat wilayah tersebut.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan peningkatan kecepatan angin. Selain itu, fase Madden Julian Oscillation (MJO) pada periode ini berada pada fase 3-4, yang dapat meningkatkan kandungan uap air di wilayah perairan Sumatera Barat.
Angin dominan bertiup dari arah barat laut hingga utara, bergerak menuju timur hingga tenggara, dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 15 knot. Namun, perubahan kecepatan angin dapat mencapai 25 knot.
Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
BMKG memprediksi potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai angin kencang, terutama pada sore, malam, dan dini hari. Kondisi ini diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain perairan Pasaman Barat-Agam, Padangpariaman-Padang, Pesisir Selatan, serta perairan barat dan timur Siberut, Sipora, dan Pagai.
Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi pada periode 14 hingga 16 April 2025 di seluruh wilayah perairan Sumatera Barat dan Mentawai.
Kondisi angin juga perlu diwaspadai, dengan kecepatan yang dapat mencapai 25 knot di wilayah-wilayah perairan yang sama. Selain itu, gelombang laut diperkirakan akan mencapai ketinggian 0,70 hingga 1,30 meter di perairan Pasaman Barat-Agam, Padang Pariaman-Padang, serta perairan timur Siberut, Sipora, dan Pagai.
Di perairan Pesisir Selatan dan Pasaman Barat-Agam, gelombang laut diprediksi mencapai 0,50 hingga 1,30 meter. Sementara itu, gelombang laut setinggi 1,20 hingga 2,00 meter berpotensi terjadi di perairan barat Siberut, Sipora, dan Pagai.
Potensi gelombang sedang hingga tinggi (1,5 hingga 2,00 meter) diperkirakan akan terjadi di hampir seluruh wilayah perairan Sumatera Barat dan Mentawai pada periode 14 hingga 16 April 2025, yang dipicu oleh potensi hujan lebat.
Potensi Banjir ROB
Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir pantai Sumatera Barat dan Mentawai pada periode 14 hingga 16 April 2025.
Namun, dampak dari pasang maksimum setinggi 1,3 meter yang diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, serta surut 0,2 meter pada pukul 02.00 hingga 05.00 WIB, diperkirakan tidak signifikan.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat beraktivitas di wilayah perairan, terutama pada malam dan dini hari. Waspadai potensi cuaca buruk yang dapat menyebabkan gelombang tinggi dan angin kencang di seluruh wilayah perairan Sumatera Barat dan Mentawai pada periode 14 hingga 16 April 2025.
BMKG Maritim Teluk Bayur akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi cuaca terkini dari sumber-sumber terpercaya. (*)
Editor : Hendra Efison