Bus ALS dengan rute Siborong-borong–Bekasi, yang diketahui berangkat sekitar pukul 15.00 WIB sehari sebelumnya, dilaporkan mengalami gangguan sistem pengereman.
Keterangan yang dihimpun oleh Brigadir Rizky Yudha dari Unit Gakkum Satlantas Polres Padangpanjang dari penumpang yang selamat bahwa, bus sempat berhenti di Bintungan untuk mendinginkan rem, karena ban belakang terpantau mengeluarkan asap. Selain itu, pergantian sopir juga dilakukan di Bukittinggi.
Namun nahas, setibanya di dekat simpang Terminal Busur sekitar pukul 08.15 WIB, bus diduga kehilangan fungsi rem dan tak terkendali, hingga akhirnya terbalik dan rebah di badan jalan.
“Bus ALS datang dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang. Sesampainya di dekat Terminal Busur, diduga mengalami hilang fungsi pengereman dan terbalik,” ujar Brigadir Rizky Yudha di lokasi kejadian.
Belasan Ambulans dan Evakuasi Korban
Sesaat setelah kejadian, belasan ambulans dari RSUD Padangpanjang, Dinas Kesehatan, Puskesmas, RS Yarsi, dan organisasi parpol serta Basarnas dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Beberapa korban yang selamat segera dilarikan ke RSUD Padangpanjang dan RS Yarsi untuk mendapat penanganan medis intensif.
Salah satu penumpang selamat, Desmon (51), mengungkapkan bahwa bus mengangkut sekitar 50 penumpang. “Tadi sopir sempat bilang remnya panas, makanya berhenti di Bintungan. Tapi habis itu jalan lagi, dan tiba-tiba sudah terguling,” ucap Desmon dengan wajah shock.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan proses identifikasi terhadap para korban meninggal dan luka-luka. Arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian sempat macet, namun telah dialihkan melalui jalur alternatif dalam kota Padangpanjang untuk kelancaran evakuasi.
Satlantas Polres Padangpanjang bersama pihak terkait masih terus melakukan penyelidikan dan mendata seluruh penumpang serta korban.(wrd)
Editor : Hendra Efison