Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sistem transportasi darat di Indonesia yang dinilai “tidak baik-baik saja”.
“Ini bukan hanya soal duka, tetapi alarm keras bagi kita semua untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi darat di negeri ini,” tegasnya, Rabu (7/5/2025).
Arisal menilai bahwa tragedi ini merupakan peringatan serius atas lemahnya regulasi, minimnya pengawasan, serta kelalaian yang masih sering terjadi dalam pengelolaan angkutan umum, terutama lintas provinsi.
Sejumlah pakar transportasi menyatakan, penyebab utama kecelakaan kemungkinan besar adalah human error, di mana pengemudi diduga mengalami kelelahan. Hal ini diperburuk oleh lemahnya manajemen waktu kerja, minimnya pelatihan sopir, serta pengawasan yang belum optimal dari perusahaan otobus (PO) maupun pemerintah.
“Evaluasi tidak cukup pada aspek teknis kendaraan, tapi juga menyentuh manajemen PO, kompetensi pengemudi, hingga sistem kerja yang manusiawi. Nyawa manusia bukan harga yang pantas dibayar karena kelalaian,” ujar Arisal.
Politisi asal Sumatera Barat ini juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk aktif melakukan audit berkala terhadap perusahaan transportasi umum. Ia meminta Kementerian Perhubungan menindak tegas operator yang lalai menjamin keamanan armadanya.
Dalam peristiwa ini, warga sekitar turut membantu proses evakuasi sebelum tim medis dan kepolisian tiba. Korban luka berat masih dirawat di beberapa rumah sakit di Padang Panjang dan sekitarnya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini.
Arisal Aziz menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan jajaran yang cepat tanggap dalam menangani kecelakaan ini, serta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi.
“Terima kasih kepada para relawan, petugas damkar, Pemkot Padang Panjang, dan seluruh aparat kepolisian yang bertindak sigap. Ini waktunya kita bertindak, bukan hanya berbela sungkawa,” pungkasnya.(*)
Editor : Hendra Efison