Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jamaah Bonita Terbanyak Musim 1446 H: Program Umrah Plus Turki se-Sumatera Barat

Heri Sugiarto • Senin, 12 Mei 2025 | 09:25 WIB

Jamaah Bonita Umrah dari Sumatera Barat dalam program unggulan Umrah Plus Turki Cappadocia.(Foto: IST)
Jamaah Bonita Umrah dari Sumatera Barat dalam program unggulan Umrah Plus Turki Cappadocia.(Foto: IST)
PADEK.JAWAPOS.COM-Bonita Umrah kembali mencetak prestasi membanggakan pada musim umrah 1446 H dengan memberangkatkan sebanyak 106 jamaah dari Sumatera Barat dalam program unggulan Umrah Plus Turki Cappadocia.

Jumlah jamaah ini menjadi yang terbanyak se-Sumatera Barat untuk kategori program Umrah Plus Turki tahun ini.

Program Umrah selama 19 hari ini dijalankan pada akhir musim 1446 H dan didominasi oleh jamaah yang merupakan alumni Bonita Umrah.

Bahkan, terdapat jamaah yang sudah kelima kalinya berangkat umrah bersama Bonita, mencerminkan tingginya kepercayaan dan kepuasan terhadap layanan biro perjalanan umrah resmi yang berizin dari Kementerian Agama RI tersebut.

Keistimewaan rombongan kali ini adalah kehadiran Buya H. Ristawardi—ulama karismatik asal Sumbar yang dikenal luas masyarakat serta Direktur Utama PT Bonita Anugerah Pratama, H. Jefri Van Novis, SE, MM.

Selama di Tanah Suci, Buya Ristawardi rutin memberikan tausiah dengan gaya khas Minangkabau, memadukan nilai-nilai Islam dengan pepatah petitih adat yang memudahkan jamaah dalam memahami agama.

Dari sisi fasilitas, Bonita Umrah memberikan layanan premium mulai dari hotel yang berjarak dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menu makanan Indonesia yang cocok dengan lidah jamaah Sumbar, hingga kursi premium di pesawat Citilink yang digunakan untuk keberangkatan—merupakan penerbangan terakhir musim 1446 H.

Pada hari ke-11, rombongan bertolak dari Jeddah menuju Turki menggunakan maskapai bintang lima Turkish Airlines, dan setibanya di Turki, program tour dimulai dengan guide lokal berbahasa Indonesia yang menceritakan sejarah kejayaan Islam di Turki Usmani dan transformasi kota Istanbul yang dulu bernama Konstantinopel.

Jamaah diajak menelusuri jejak peradaban Islam melalui kunjungan ke Masjid Hagia Sophia yang penuh sejarah, serta Masjid Biru yang megah. Di Masjid Hagia Sophia, rombongan diberikan penjelasan oleh pemandu (guide) tentang perubahan-perubahan fungsi gedung Hagia Sophia.

Awalnya Hagia Sophia sebagai gereja Ortodok, lalu diubah menjadi Gereja Vatikan, kemudian diubah menjadi Mesjid di masa kejayaan Turki Usmani. Setelah pemerintahan Republik Mustafa Kemal Attartuk diubah menjadi Museum, lalu pada tahun 2020 Hagia Sophia diubah mesjid kembali.

Selanjutnya, perjalanan berlanjut ke Kota Bursa—kota kelahiran Kekaisaran Ottoman—lalu ke Kusadasi yang terletak di tepi Laut Aegea.

Tak kalah menarik, jamaah juga mengunjungi Pamukkale, destinasi alam terkenal dengan formasi travertine putihnya, serta Cappadocia yang terkenal dengan pemandangan balon udaranya.

Cuaca yang cerah di Cappadocia memungkinkan jamaah menikmati pemandangan spektakuler, termasuk bermain salju di pegunungan Erciyes.

Sebelum pulang ke Indonesia, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Tuz Gölü (Danau Garam) yang menjadi sumber ekonomi masyarakat lokal.

Salah satu jamaah, Liza Marfianita asal Bukittinggi, menyampaikan kesan positifnya: “Kami merasa sangat puas dengan bimbingan Bonita selama di Tanah Suci dan sangat menikmati tour selama di Turki. InsyaAllah akan berangkat lagi dengan Bonita di masa yang akan datang.”

Rata-rata jamaah pulang ke tanah air dalam kondisi sehat dan bahagia, termasuk Buya H. Ristawardi.

Untuk musim umrah tahun 1447 H yang dimulai pada Juli 2025 mendatang, Bonita Umrah tetap berkomitmen menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung tanpa transit demi menjaga kenyamanan dan kesehatan jamaah.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#umrah sumatera barat #umrah plus turki #Bonita Umrah #Jefri Van Novis #Buya Ristawardi #Perusahaan Umrah Bonita