Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya, mengatakan dua rest area tersebut berlokasi di STA 23+000 untuk jalur A (arah Padang–Sicincin) dan jalur B (arah Sicincin–Padang).
“Kami memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan menargetkan rampung pada Juni mendatang,” ujar Aditya, Selasa (27/5/2025).
Rest area tipe A ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti masjid, toilet umum, klinik, bengkel, SPBU, kantor pengelola, hingga instalasi pengolahan limbah.
Selain itu, tersedia foodcourt dengan kapasitas 16 tenant UMKM dan satu minimarket.
“HKI tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berkomitmen melestarikan warisan budaya. Untuk itu, kami bekerja sama dengan spesialis Ranah Minang dalam mengerjakan gonjong (atap khas Minang) pada bangunan foodcourt,” tambah Aditya.
Fasilitas parkir disediakan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan. Di jalur A tersedia 211 slot untuk kendaraan golongan I dan 55 slot untuk golongan II hingga V.
Sedangkan di jalur B, tersedia 210 slot kendaraan golongan I dan 59 untuk golongan II hingga V.
Pembangunan rest area ini juga mengadopsi teknologi Building Information Modeling (BIM), yang memungkinkan pengelolaan digital bangunan secara presisi.
Dari segi desain, rest area mengusung gaya neo vernacular yang menonjolkan arsitektur rumah adat Minangkabau, lengkap dengan ornamen lokal seperti mahkota, dada kelelawar, sirip ikan, dan ukiran tradisional hasil karya pengrajin lokal.
Keberadaan tenant UMKM di rest area ini diharapkan mendukung promosi kuliner dan budaya lokal, sekaligus menjadi upaya konkret pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar ruas Tol Padang–Sicincin.
Selain proyek ini, HKI juga tengah mengerjakan sejumlah proyek JTTS lainnya, seperti Tol Lingkar Pekanbaru, Palembang–Indralaya, Palembang–Betung, serta Rest Area Tol Medan–Binjai. Di luar Sumatera, HKI juga menangani Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II dan Cikampek Selatan Paket 2A.(*)
Editor : Hendra Efison