Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau: Menuju Pengakuan Dunia sebagai UNESCO Global Geopark

Randi Zulfahli • Selasa, 10 Juni 2025 | 21:37 WIB

General Manager Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau, Muhammad Zuhrizul saat ekspose Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Selasa (10/6/2025).
General Manager Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau, Muhammad Zuhrizul saat ekspose Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Selasa (10/6/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM–Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau yang terletak di Sumatera Barat tengah berupaya meraih status prestisius sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Geopark yang telah ditetapkan secara nasional pada tahun 2018 ini, menyimpan kekayaan geoheritage bertaraf internasional yang luar biasa.

Salah satu keunikan utama Geopark ini adalah keberadaan Ngarai Sianok yang merupakan bagian dari Patahan Sumatera. Selain itu, Danau Maninjau menjadi bukti nyata desakan lempeng Hindia-Australia, menunjukkan jejak proses geologi dahsyat yang membentuk lanskapnya.

Seluruh kawasan Geopark Ngarai Sianok-Maninjau membentang seluas 91.781,51 hektar, meliputi 16 kecamatan di Kabupaten Agam dan tiga kelurahan di Kota Bukittinggi. Tidak hanya unggul dari sisi geologi, Geopark ini juga kaya akan adat budaya, serta keragaman hayati dan nabati.

General Manager Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau, Muhammad Zuhrizul, menegaskan filosofi pengembangan geopark yang berlandaskan riset, edukasi, konservasi, dan nilai ekonomi berkelanjutan.

"Geopark bukan untuk membangun objek wisata, melainkan sebuah peradaban. Wisatawan datang adalah bonus. Yang paling utama adalah alam dan budaya terjaga." kata Zuhrizul dalam acara publikasi dan promosi Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (10/6/2025).

Pria yang akrab disapa Metek Zuhrizul ini menambahkan, "Kita bawa mereka menikmati geowisata Sianok-Maninjau senyaman mungkin, ke tempat-tempat yang indah, unik, dan yang terpenting ilmiah dengan literasi yang terhubung satu sama lain." tuturnya.

Zuhrizul optimistis bahwa secara potensi, Ngarai Sianok-Maninjau telah memenuhi syarat untuk menjadi UGGp.

Potensi Kelas Dunia Geopark Ngarai Sianok-Maninjau

Menurut Zuhrizul, setidaknya ada tiga alasan utama mengapa Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau layak menyandang predikat UGGp:

Meskipun demikian, Zuhrizul mengakui adanya beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, terutama terkait perlindungan dan tata kelola sumber daya manusia, serta kesadaran nyata dari masyarakat setempat mengenai keilmuan geopark, kebersihan, pentingnya sanitasi higienis, dan keramah-tamahan.

Tiga Pilar Pengembangan Geopark

Pengembangan geopark didasarkan pada tiga pilar utama:

  1. Berbasis Konservasi: Menjaga kelestarian alam dan warisan geologi.
  2. Berbasis Edukasi/Riset: Menjadi laboratorium alam untuk penelitian dan pusat pembelajaran bagi masyarakat.
  3. Bernilai Ekonomi dan Berkelanjutan: Memberdayakan masyarakat melalui pariwisata berbasis geologi yang bertanggung jawab.

Zuhrizul juga mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan seluruh geosite menjadi rangkaian cerita ilmiah yang menarik bagi wisatawan.

"Kita belum mampu mengintegrasikan semua geosite yang ada menjadi rangkaian cerita yang ilmiah menjadi storytelling menarik bagi wisatawan sehingga banyak masyarakat yang belum paham dengan apa itu Geopark," ujarnya.

Ia menekankan kembali bahwa "Geopark bukan membangun objek wisata, tapi Geopark membangun peradaban. Bagi Geopark, wisatawan datang itu adalah bonus, yang paling utama alam dan budaya terjaga, Bumi memberikan literasi ke semua kita atas anugerah kekuasaan-Nya." sambungnya.

Sebaliknya, jika hanya mengejar wisata tanpa memperhatikan kelestarian, maka kehancuran alam dan peradaban akan terjadi.

Saat ini, tim Geopark Nasional Ngarai Sianok-Maninjau sedang melanjutkan proses verifikasi di Bukittinggi selama empat hari ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Asosiasi, perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Badan Pengelola, dan Tim Verifikasi Geopark Nasional.(*)

Editor : Hendra Efison
#Menuju Pengakuan Dunia #UNESCO Global Geopark #Geopark Nasional Ngarai Sianok Maninjau