Forum Minang Maimbau Resmi Dimulai, Siap Gelar Musyawarah Akbar Nagari Desember 2025
Hendra Efison• Kamis, 12 Juni 2025 | 20:46 WIB
Rapat perdana Forum Minang Maimbau digelar di kantor Audy Joinaldy, Jakarta, Rabu (11/6/2025), dihadiri tokoh-tokoh penting dan pemangku kepentingan nagari. #SaatnyaNagariBicara jadi tagline gerakan kolektif masyarakat Minang ranah dan rantau demi pembangunan berbasis nagari.
PADEK.JAWAPOS.COM– Forum Minang Maimbau resmi memulai langkah awalnya lewat rapat persiapan yang digelar Rabu, 11 Juni 2025, di kantor Audy Joinaldy, Bendungan Hilir, Jakarta.
Forum ini digagas sebagai ruang musyawarah substantif untuk menjawab berbagai tantangan dan menggali potensi di nagari-nagari Sumatera Barat.
Dipimpin oleh mantan Wakil Gubernur Sumbar 2019–2024, Audy Joinaldy, rapat perdana ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Prof Reni Mayerni (Deputi Strategi Lemhanas), Firdaus HB (Ketua OC), Fadli, Hadi Saputra, Hani (EO), serta tim sekretariat dan humas KMM Jaya.
“Forum ini bukan seremonial. Ini ruang konkret antara wali nagari, akademisi, dan perantau, agar potensi nagari benar-benar jadi prioritas pembangunan,” ujar Audy.
Forum ini dirancang untuk mempertemukan para wali nagari, ketua KAN, organisasi perantau, hingga kalangan akademisi.
Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Desember 2025 di Auditorium Unand Padang. Waktu ini bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara, dan direncanakan akan dibuka oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Kehadiran Presiden menjadi momentum simbolik yang kuat, mengingat ayah beliau, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, merupakan Dekan Pertama Fakultas Ekonomi Unand.
Mengusung tagline #SaatnyaNagariBicara, acara ini akan menghadirkan Focus Group Discussion antar rektor perguruan tinggi se-Sumatera Barat difasilitasi Lemhanas, serta presentasi dari 10 nagari: lima nagari unggulan dan lima nagari yang menghadapi krisis sosial seperti narkoba dan degradasi sistem adat.
“Forum ini akan menampilkan nagari yang sudah membangun pesantren modern, masjid raya, hingga sektor pertambangan, berdampingan dengan nagari yang tengah berjuang keluar dari persoalan sosial,” jelas Firdaus HB.
Para perantau juga didorong aktif berkontribusi melalui siaran langsung dan partisipasi daring. Salah satu pesan moral yang digaungkan dalam rapat perdana ini berbunyi: “Sehebat apa pun Anda di rantau, tak berarti jika belum punya jejak di kampung masing-masing.”
Dari pernyataan itu, lahir pula tagar #JejakDiKampung sebagai bentuk seruan agar para perantau Minang kembali memberi kontribusi nyata untuk nagarinya.
Struktur panitia pun mulai dibentuk dalam rapat tersebut, lengkap dengan timeline kerja, tim desain visual, serta tiga titik koordinasi utama: kantor Audy Joinaldy di Benhil, kantor Prof. Fasli di YARSI, dan kantor Prof. Reni di Lemhanas.
Forum ini juga menggandeng sejumlah profesional Minang seperti Dr. Feri Arlius, mantan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unand yang kini menjabat Direktur Sarpras di Kementerian Kebudayaan.
“Forum Minang Maimbau adalah ikhtiar kolektif, bukan hanya untuk Sumatera Barat, tetapi juga untuk Indonesia yang menjadikan nagari sebagai kekuatan pembangunan,” tutup Audy Joinaldy.(*)