Pelantikan berlangsung khidmat di Auditorium Gubernuran, Jumat (13/6/2025), berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 101/TPA Tahun 2025.
Pelantikan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, bupati dan walikota se-Sumbar, kepala OPD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Gubernur Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Arry dan menyampaikan apresiasi kepada Yozarwardi Usama Putra, S.Hut, M.Si yang menjabat sebagai Penjabat Sekda selama lebih dari tujuh bulan.
“Selamat kepada Pak Arry dan terima kasih Pak Yozarwardi yang telah banyak membantu jalannya pemerintahan, mulai dari penyusunan kebijakan, koordinasi lintas perangkat daerah, hingga evaluasi kinerja internal,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, posisi Sekda merupakan penggerak utama birokrasi dan kunci keberhasilan pembangunan. Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan enam pesan strategis kepada Sekda yang baru.
Pertama, memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penerapan prinsip good governance. Kedua, menginternalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK secara nyata. Ketiga, mempercepat realisasi program prioritas daerah.
“Program unggulan jangan hanya jadi dokumen. Harus ada akselerasi nyata di lapangan,” tegas Mahyeldi.
Keempat, membangun sinergi lintas sektor dengan semua pemangku kepentingan. Kelima, meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis empati. Dan keenam, menciptakan birokrasi adaptif serta mendorong transformasi digital.
“Dunia berubah cepat. Pemprov Sumbar harus siap menghadapi era digital dan ekonomi berbasis inovasi,” kata Mahyeldi.
Menanggapi amanah tersebut, Arry Yuswandi menyampaikan komitmennya untuk bekerja cepat dan tepat. Ia menyoroti lima fokus utama yang akan segera ditindaklanjuti.
Pertama, menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar di kisaran 5–6,5 persen melalui sektor unggulan.
“Kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama,” ujarnya.
Ketiga, mengawal ketat pelaksanaan delapan Program Unggulan (Progul) Gubernur dan Wakil Gubernur.
Keempat, memastikan efisiensi anggaran dengan pendekatan outcome-based. Kelima, menyukseskan program nasional seperti Sekolah Rakyat.
“Kalau sehari bisa 25 jam, mungkin itulah gambaran waktu yang dibutuhkan ke depan. Tapi saya siap. Ini amanah dan kehormatan besar,” kata Arry.
Di akhir acara, Gubernur Mahyeldi juga memberikan apresiasi tinggi kepada Yozarwardi atas kontribusi senyap namun nyata selama masa transisi pemerintahan.
“Beliau tidak banyak bicara, tapi hasil kerjanya berbicara. Ini cerminan ASN ideal,” tegas Mahyeldi.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan birokrasi Sumbar yang baru dengan semangat estafet, profesionalisme, dan kolaborasi lintas sektor.(*)
Editor : Hendra Efison