PADEK.JAWAPOS.COM-Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kota Padang, dengan bahasan tema besar "Digitalisasi di Lingkungan Pemerintah Kota Padang dan Join Research" pada Kamis pagi (26/6) di UPI Convention Center.
Acara ini menjadi forum penting untuk menjembatani kebutuhan riil pemerintah daerah dengan potensi akademik yang dimiliki UPI YPTK, khususnya dalam bidang teknologi informasi, penelitian, serta pengabdian masyarakat.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan produktif ini, hadir sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Kota Padang yakni Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Padang Dr. Didi Aryadi, M.Si, Kepala BAPPEDA Kota Padang, Yenni Yuliza, S.T., M.T., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Boby Firman, S.IP., M.M., M.H, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Drs. Yosefriawan, Kabid Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup, uad Syukri, S.Si., M.T., M.Eng dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Ir. Nurfitri, M.Si. Sementara dari pihak kampus, diskusi dipimpin langsung oleh Rektor UPI YPTK, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Ridwan, M.M., didampingi para Wakil Rektor dan Kepala LPPM.
Sebagai institusi akademik, UPI YPTK tidak datang dengan teori, tapi menawarkan aksi. Dalam forum ini, Rektor menyampaikan kesiapan kampus untuk terjun langsung membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kota melalui pendekatan kolaboratif.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa syukur atas semakin kokohnya langkah kolaboratif antara kampus dan Pemko Padang.
“Alhamdulillah, hari ini kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan UPI YPTK Padang telah melangkah lebih jauh. Sekarang kita sudah berkumpul dengan kurang lebih enam kepala dinas SKPD di Kota Padang. Insyaallah, UPI YPTK Padang akan turun langsung menjadi kampus yang berdampak bagi Kota Padang, Sumatera Barat, dan Indonesia secara umum,” ujar Bapak Ridwan.
Selain itu, UPI YPTK juga membuka ruang kolaborasi bagi sektor swasta dan UMKM. Melalui forum ini, Rektor mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menyusun dan mengimplementasikan program-program berbasis riset, magang, dan pengabdian masyarakat.
“Bagi Bapak Ibu dari instansi pemerintah, swasta, UMKM, kami dari UPI YPTK terbuka lebar untuk kerja sama riset, program magang, hingga pemecahan masalah bisnis dan sistem. Mahasiswa yang ingin meneliti, dosen yang sedang riset, siapkan diri untuk terlibat langsung. Nantikan kolaborasi besar kami dengan Pemko Padang,” tambahnya..
Dalam forum tersebut, tiap dinas menyampaikan tantangan dan kebutuhan transformasi digital di bidangnya. Mulai dari penguatan layanan kesehatan berbasis aplikasi, sistem pendidikan yang lebih terpadu, pengawasan perpajakan secara digital, hingga pemanfaatan teknologi lingkungan berbasis real-time.
UPI YPTK menyambut baik semua tantangan itu dengan kesiapan membentuk tim task force pendamping di tiap OPD, menyediakan konsultan IT, hingga mengintegrasikan program magang dan riset mahasiswa sebagai bagian dari solusi sistemik yang dibutuhkan kota. UPI YPTK siap memberikan dukungan teknis, akses SDM, dan pemikiran strategis untuk mewujudkan Padang sebagai kota digital yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan rencana tindak lanjut penyusunan MoU dan MoA sebagai bentuk kerja sama resmi antara UPI YPTK dan Pemko Padang. Kerja sama ini akan menjadi fondasi kuat untuk mendorong implementasi Smart City di Kota Padang, yang melibatkan peran aktif akademisi dan mahasiswa.
Forum ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tapi menjadi titik awal dari sinergi kampus dan pemerintah daerah untuk menciptakan layanan publik yang cerdas, sistematis, dan berbasis data. UPI YPTK percaya, bahwa masa depan kota digital tak bisa dibangun sendir, ia membutuhkan kolaborasi lintas sektor, lintas ilmu, dan lintas generasi.(*)
Editor : Tandri Eka Putra