Michel bukan peserta biasa. Ia mewakili kategori hafalan Al Quran 20 juz yang belum mencukupi batas usianya untuk masuk dalam ketegori itu. Seharusnya di usia 18 tahun, Michael Kusuma Arya masuk pada kategori 5 juz, namun terpilih sebagai wakil Kota Padang pada hafalan Quran 20 juz.
Sebelum mengikuti ajang MTQ se-Sumbar pada November mendatang, Michael menjalani Training Center (TC) bersama peserta lain di bawah binaan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setko Padang.
Baca Juga: Chelsea vs Palmeiras: 3 Pemain Diragukan Tampil termasuk Pedro Neto
”Sejak Januari, Michael sudah mengikuti empat kali TC. Ini akan jadi TC kelima, dengan tujuan mempersiapkan anak-anak sebaik mungkin menjelang lomba nanti,” ujar Micheal.
Dalam setiap TC, para peserta mendapatkan pelatihan dari pelatih nasional, baik untuk melancarkan hafalan, memahami makna ayat, hingga memperkuat mental dan ketahanan spiritual. ”TC juga membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, karena mereka tidak hanya membawa diri sendiri, tapi nama baik Kota Padang di kancah Sumbar,” ujar Michael.
Selama TC, Michael fokus untuk murajaah Al Quran, menghafal ayat yang akan dilombakan, mengulang tajwid bacaan dan perbaikan irama hafalan.
Michaeal dikenal sebagai sosok tenang dan tekun. Di sekolah, ia tak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang cukup baik. Kesehariannya diisi dengan belajar, mengaji, dan mempersiapkan diri menghadapi MTQ. Saat teman-teman sebayanya mungkin lebih akrab dengan gawai dan media sosial, Michel justru memilih mengisi waktunya dengan ayat-ayat suci.
”Persaingan pasti ketat. Kami akan bertemu peserta dari Agam, Bukittinggi, dan kota-kota lain yang juga punya bibit unggul. Tapi ini bukan soal menang atau kalah. Ini soal perjuangan menebar cahaya Al Quran,” ujar dia.
Para peserta akan mengikuti TC terakhir selama tiga hari penuh menjelang keberangkatan ke Bukittinggi. TC ini dirancang sebagai pemantapan terakhir, baik dari sisi teknis bacaan, hafalan, maupun kesiapan mental.
Di balik keberhasilan Michael, ada sosok yang tak pernah berhenti mendukungnya, sang ibunda. ”Latihannya hafalan setiap hari, sehabis pulang sekolah, selalu hafal Quran, kadang bisa sampai dua jam lebih. Tergantung target hafalannya. Sekarang fokus di 20 juz. Michael juga sebagai mengajar quran masjid,” ujar ibunda Michael, Wini Ariani.
Menurutnya usia Michel memang masih memungkinkan untuk ikut dalam kategori 5 juz, yang batasannya adalah 20 tahun. Namun, para pelatih memilih Michael untuk naik kelas ke 20 juz, karena dinilai memiliki kemampuan yang lebih dari cukup.
Tak hanya MTQ Sumbar, Michael juga terdaftar dalam seleksi Tilawatil Quran Nasional yang akan digelar di Sulawesi Tenggara pada Oktober mendatang. Seleksi ini akan menjadi tolok ukur kemampuan peserta untuk bisa melangkah lebih jauh membawa nama provinsi, bahkan negara, di level nasional dan internasional.
”Mudah-mudahan Michael bisa menjalankan amanah ini sebaik mungkin, semaksimal mungkin. Kami sekeluarga hanya bisa mendoakan agar Michael tetap rendah hati dan membawa nama baik Kota Padang,” ujar ibunda.
Ia juga berharap pengalaman mengikuti MTQ bisa menjadi bekal spiritual bagi Michael di masa depan, tidak hanya sebagai peserta lomba, tetapi juga sebagai pribadi yang mencintai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : Eri Mardinal