Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Penghubung Payakumbuh–Lintau Diperbaiki, Progres Sudah 50 Persen

Hendra Efison • Selasa, 8 Juli 2025 | 21:07 WIB

Perbaikan ruas jalan Payakumbuh–Sitangkai ini merupakan bagian dari Proyek Rehabilitasi Jalan Provinsi yang menelan anggaran lebih dari Rp12,3 miliar, dengan sistem pengerasan beton (rigid pavement).
Perbaikan ruas jalan Payakumbuh–Sitangkai ini merupakan bagian dari Proyek Rehabilitasi Jalan Provinsi yang menelan anggaran lebih dari Rp12,3 miliar, dengan sistem pengerasan beton (rigid pavement).
PADEK.JAWAPOS.COM—Progres perbaikan jalan penghubung Payakumbuh–Lintau sepanjang 1,3 kilometer oleh Pemprov Sumbar telah mencapai 50 persen. Pekerjaan rehabilitasi jalan ini dilakukan melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar.

Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan Lintau di Kabupaten Tanahdatar dan berfungsi sebagai jalur utama pergerakan ekonomi dan pendidikan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, apa yang kami tunggu-tunggu dijawab Pemprov Sumbar dengan aksi nyata,” kata Wali Nagari Labuah Gunuang, Khairul Hadi Dt. Paduko Marajo Lelo saat ditemui di lokasi perbaikan, Selasa (8/7/2025).

Menurut Khairul, perbaikan ini berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat. “Tak hanya soal kelancaran transportasi, tapi juga meningkatkan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Beberapa segmen jalan kini sudah bisa dilalui kendaraan, meski masih menerapkan sistem buka-tutup selama proses pengerjaan berlangsung. Jalan ini sebelumnya rusak sejak tahun 2016 dan sering dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Lareh Sago Halaban, Eva Maria Dirbas juga menyampaikan apresiasi terhadap perbaikan tersebut. Ia menilai dampaknya sangat terasa terutama bagi orang tua yang setiap hari mengantar anak ke sekolah.

“Warga di sini sangat bersyukur. Sebab ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut masa depan anak-anak kami,” ujar Eva.

Tokoh masyarakat setempat, Rilson Dt. Mangguang menyebut proyek ini sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah. Ia berharap perbaikan tidak berhenti di 1,3 kilometer saja.

“Mudah-mudahan ini jadi awal dari pembangunan lanjutan sampai ke perbatasan Tanah Datar, karena masih ada beberapa titik lagi yang rusak parah,” ungkapnya.

Sementara itu, Budi Margana, warga yang pernah ikut aksi protes terkait lambannya perbaikan jalan, kini mengaku puas.

“Lubang-lubang sudah tertutup, debu tidak lagi berterbangan, jalan pun mulai lancar. Kami akhirnya bisa bernapas lega,” tuturnya.

Proyek rehabilitasi ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi Jalan Provinsi dengan total anggaran lebih dari Rp12,3 miliar.

Jalan diperbaiki menggunakan sistem pengerasan beton (rigid pavement) dan ditargetkan rampung dalam 180 hari kerja, atau sekitar awal September 2025.(*)

Editor : Hendra Efison
#Wali Nagari Labuah Gunuang #Progres Sudah 50 Persen #Jalan Payakumbuh Lintau