Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Komunitas Padang Book Party, Ajak Anak Muda Sebarkan Literasi lewat Ruang Publik

Silvina Fadhilah • Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:42 WIB

 

Anggota Komunitas Padang Book Party saat menggelar giat membaca bareng Padang Book Party di area taman UNP Padang.
Anggota Komunitas Padang Book Party saat menggelar giat membaca bareng Padang Book Party di area taman UNP Padang.
PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah derasnya arus digital dan budaya instan, sekelompok anak muda di Padang tetap setia menyalakan lilin kecil untuk terus menghidupkan budaya membaca.

Mereka menamakan gerakan ini Padang Book Party (PBP), komunitas yang rutin menghidupkan kegiatan membaca, berbagi buku, dan membangun kesadaran melalui ruang-ruang terbuka, seperti di Taman Imam Bonjol Padang, Taman Budaya Adityawarman Padang dan ruang publik lain.

Kini, semangat itu ingin lebih luas menyala. Pada Minggu, (13/7), Padang Book Party membuka kesempatan volunteer bagi siapa saja yang ingin ikut menjadi bagian dari gerakan tersebut.

”Volunteer ini akan membantu Padang Book Party menjalankan kegiatan rutinnya, seperti piknik buku atau Book Party itu sendiri. Volunteer akan menjadi tulang punggung utama dalam menjaga keberlangsungan gerakan ini,” ujar Mhd. Abdul Afwan, salah satu Penanggung Jawab Padang Book Party.

Tidak seperti organisasi formal pada umumnya, Padang Book Party memang sejak awal berdiri dengan semangat kolektif dan keterbukaan. Tidak ada struktur hirarki. Tidak ada jabatan permanen. Semuanya cair, bergerak dengan semangat bersama.

Menurut Afwan, rekrutmen volunteer ini dirancang berlangsung setiap enam bulan. Dengan cara itu, mereka ingin selalu memberi ruang regenerasi, menghadirkan energi-energi baru dalam tubuh komunitas.

”Kami percaya bahwa semangat literasi itu harus terus diperbarui. Dan anak-anak muda yang datang dari berbagai latar belakang bisa membawa warna baru untuk komunitas ini,” tutur Afwan.

Volunteer yang terpilih nantinya tidak hanya membantu pelaksanaan program-program rutin, tapi juga diberi ruang untuk mengembangkan kegiatan baru seperti aksi sosial, kampanye literasi tematik, hingga kolaborasi antar komunitas.

Lebih dari sekadar berbagi buku dan membaca di taman, Padang Book Party kini mulai menyentuh isu-isu yang lebih luas dan kompleks. Salah satunya, isu krisis iklim.

Afwan menjelaskan saat ini pihaknya tengah menjalin kemitraan dengan salah satu delegasi Local Conference of Youth (LCOY) Indonesia 2025, atau Elkoi Indonesia, yang fokus pada isu transisi energi yang berkeadilan.

Dalam kerja sama itu, Padang Book Party mengambil peran sebagai media partner yang bertugas meningkatkan literasi anak muda tentang energi dan krisis iklim melalui pendekatan berbasis komunitas dan kampanye kreatif.

”Salah satu output yang diharapkan dari kerja sama ini adalah meningkatnya pemahaman anak-anak muda terkait isu energi. Jadi, literasi yang kami perjuangkan bukan hanya tentang membaca buku sastra atau novel, tapi juga menyangkut masa depan planet ini,” jelas Afwan.

Bagi para relawan yang bergabung, Padang Book Party bukan hanya tempat untuk menyumbang tenaga atau waktu. Ia adalah ruang tumbuh. Ruang bertukar ide. Ruang menjahit kepedulian bersama. Setiap kegiatan menjadi ruang pertemuan yang hangat antara buku dan manusia, antara kata dan kenyataan.

Dengan semangat terbuka, Padang Book Party mengundang siapa saja pelajar, mahasiswa, pekerja, atau siapa pun yang memiliki kecintaan terhadap literasi  untuk ikut serta. ”Kami tidak mencari orang yang sempurna. Kami mencari orang yang bersedia belajar, berbagi, dan bergerak bersama,” ucap Afwan.

Di saat banyak komunitas sibuk mencari panggung dan eksistensi, Padang Book Party justru memilih jalur sunyi, menyebarkan literasi dari taman ke taman, dari halaman ke halaman. Tanpa sorotan besar, mereka tetap berjalan, menabur cahaya dari halaman demi halaman buku.

Melalui kegiatan volunteer ini, mereka ingin memastikan bahwa api kecil itu terus menyala, bahkan saat angin kencang bertiup dari segala arah. ”Kami percaya, satu buku bisa mengubah satu orang. Dan satu orang bisa mengubah dunia,” tutup Afwan, sambil tersenyum.

Bagi yang ingin mendaftar sebagai volunteer, Padang Book Party telah membuka formulir daring di akun media sosial resminya. Dan seperti sebuah undangan tak tertulis, gerakan ini menyambut siapa saja yang ingin ikut menulis cerita baru, cerita tentang harapan, buku, dan perubahan. (*)

 

 

 

 

Editor : Eri Mardinal
#Padang Book Party #ruang publik #literasi