Prestasi yang diraih itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dua siswa dan sekolah, tapi juga bagi masyarakat Pessel secara umumnya.
Kompetisi berskala nasional tersebut diselenggarakan oleh organisasi Nusantara Muda dan diikuti oleh sekitar 50 finalis dari berbagai universitas dan sekolah menengah atas di seluruh Indonesia.
Mereka bersaing dalam delapan kategori lomba. Diantaranya, teknologi, pendidikan, hukum, pertanian, lingkungan, pariwisata, kesehatan, dan pangan. Sedangkan delegasi dari SMAN 3 Painan, Rifki Hidayat dan Fhirzi Maysidiq, tampil dalam kategori teknologi.
Dalam ajang ini, delegasi SMAN 3 Painan kelas XI tersebut mempresentasikan karya inovatif berupa aplikasi BRICOUNS (Brilliant Counseling), sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung layanan konseling berbasis teknologi. Ternyata karya tersebut berhasil membawa mereka meraih medali perunggu dalam kompetisi tersebut.
”Kami sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama Pesisir Selatan di ajang nasional ini. Semoga ini menjadi awal dari banyak inovasi lain ke depannya,” ujar Rifki.
Kedua siswa itu didampingi oleh dua guru pembimbing, yakni Zulmariko, M.Pd dan Mice Amelsi, M.Pd, yang selama ini aktif mendorong pengembangan minat dan bakat siswa dalam bidang teknologi. Guru pembimbing, Zulmariko, menjelaskan kompetisi itu turut diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Di antaranya, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Mataram, Universitas Lampung (Unila), serta Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kehadiran siswa SMA dalam ajang ini menjadi catatan tersendiri di tengah dominasi peserta dari kalangan mahasiswa.
”Saya berharap keberhasilan Rifki dan Fhirzi akan menjadi motivasi bagi pelajar lain di Pesisir Selatan untuk juga turut berkarya dan berkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional,” timpalnya. (*)
Editor : Eri Mardinal