Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sekolah Rakyat Resmi Diluncurkan di Sumbar, 250 Siswa Kurang Mampu Mulai Ikuti Pendidikan Berasrama

Hendra Efison • Senin, 14 Juli 2025 | 21:30 WIB

Sekolah Rakyat diluncurkan serentak di Sumbar. 250 siswa kurang mampu mulai mengikuti pendidikan berasrama tingkat SMP dan SMA secara gratis.
Sekolah Rakyat diluncurkan serentak di Sumbar. 250 siswa kurang mampu mulai mengikuti pendidikan berasrama tingkat SMP dan SMA secara gratis.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi meluncurkan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) pada Senin (14/7/2025).

Peluncuran dilakukan serentak di tiga lokasi berbeda, yaitu di Kompleks Universitas Negeri Padang (UNP), Kompleks BBPPKS Padang, dan Kompleks BLK Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah menyampaikan, peluncuran ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Sosial RI dan sejumlah instansi/lembaga terkait baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Alhamdulillah, hari ini mewakili Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, kami ikut serta dalam peluncuran Sekolah Rakyat di UNP. Hadir juga Rektor UNP, Kepala Biro Organisasi dan SDM Kemensos RI, Kepala BPS Sumbar, serta Kepala Disdik Sumbar dan orang tua murid," kata Syaifullah.

Ia menambahkan, secara bersamaan peluncuran SR juga berlangsung di BBPPKS Padang dan BLK Solok. Di Padang, kegiatan dihadiri Kepala BBPPKS, perwakilan Kemensos RI, Kepala Dinsos Kota Padang, serta Kepala BINDA Sumbar. Sementara di Solok, hadir Bupati Solok, Sekda Kabupaten Solok, sejumlah kepala OPD, dan orang tua siswa.

"Dapat kami sampaikan bahwa kurikulum sudah disiapkan. Saat ini telah ditunjuk tiga kepala sekolah dan 29 guru untuk mendukung pelaksanaan program di tiga lokasi tersebut," jelasnya.

Syaifullah merinci, SR di BBPPKS Padang dan BLK Solok merupakan jenjang SMP. Di BBPPKS Padang telah diterima 150 siswa, terdiri dari 74 laki-laki dan 76 perempuan. Sedangkan di BLK Solok terdapat 50 siswa, terdiri dari 25 laki-laki dan 25 perempuan.

“Sementara di UNP, Sekolah Rakyat berjenjang SMA dan telah merekrut 50 siswa, yakni 21 laki-laki dan 29 perempuan. Sarana dan prasarana termasuk fasilitas asrama sudah siap digunakan,” imbuhnya.

Menurut Syaifullah, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, melalui jalur pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini berbentuk sekolah berasrama, khusus untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu yang sudah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Syaifullah. (*)

Editor : Hendra Efison
#250 Siswa Kurang Mampu Ikuti Pendidikan Berasrama #Sekolah Rakyat di Sumbar