Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 10.42 WIB.
Tinggi kolom abu letusan teramati mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak, atau sekitar 4.091 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu vulkanik terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak dominan ke arah timur laut. Hingga informasi ini dirilis, aktivitas erupsi Gunung Marapi masih berlangsung.
Rekomendasi PVMBG untuk Keselamatan Masyarakat
Menyikapi peningkatan aktivitas tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting guna menjaga keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Marapi, serta para pendaki, wisatawan, dan pengunjung.
PVMBG mengimbau agar tidak ada aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yakni di sekitar Kawah Verbeek. Zona larangan ini ditetapkan untuk mencegah risiko terkena material letusan.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi diingatkan untuk mewaspadai potensi lahar hujan atau lahar dingin, terutama pada musim hujan.
Fenomena ini bisa terjadi tiba-tiba dan berdampak pada wilayah permukiman di sepanjang sungai.
Jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau untuk segera menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.
PVMBG juga mengingatkan akan potensi gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan partikel abu halus.
Dalam situasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan, PVMBG menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan kondusifitas.
Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks yang dapat memicu keresahan.
Koordinasi Antarpemerintah Daerah Ditingkatkan
Pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi, yakni Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam, diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan PVMBG, Badan Geologi di Bandung, serta Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jl. Prof. Hazairin No.168, Bukittinggi.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap perkembangan aktivitas Gunung Marapi dapat direspons secara cepat, tepat, dan berdasarkan informasi resmi.
PVMBG terus memantau aktivitas gunung dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui kanal resmi.(*)
Editor : Hendra Efison