Informasi yang dihimpun dari Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, letusan Marapi tersebut disertai dentuman keras mengagetkan warga di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, dan sekitarnya.
"Getaran terasa hingga ke dalam rumah-rumah penduduk. Sebagian warga panik dan ke luar rumah untuk memastikan situasi aman," ungkapnya.
Firdaus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Ini adalah kuasa alam. Manusia hanya bisa menerka, tetapi tidak pernah bisa memastikan apa yang akan terjadi ke depan,” ungkap Firdaus.
Ia mengingatkan warga agar tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah Verbeek serta menjauhi bantaran sungai dalam radius 100 meter di kiri dan kanan badan sungai.
"Masih ada yang berkata kepada kami, ‘Dak ado bagai gunuang tu ka malatuih lai tu doh, dak ka ado galodo tu lai doh nyiak.’ Tapi ingat, bencana datang tidak memberi aba-aba kepada kita," tegasnya.
Pemerintah Nagari Bukik Batabuah kini berkoordinasi dengan BPBD, TNI/Polri, dan relawan untuk memantau perkembangan.
Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.
PVMBG: Abu Mengarah ke Tenggara
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, tinggi kolom letusan erupsi Gunung Marapi tercatat ± 1.600 meter di atas puncak atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,5 mm dan durasi 78 detik.
PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang telah beberapa kali erupsi dalam beberapa pekan terakhir.(*)
Editor : Heri Sugiarto