Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam transformasi industri semen menuju arah yang lebih ramah lingkungan dan inklusif.
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Plt Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, disaksikan oleh jajaran pimpinan OPD Pemprov Sumbar serta manajemen PT Semen Padang.
Dalam sambutannya, Pri Gustari Akbar menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan Pemprov Sumbar. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini akan menjadi landasan kuat dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
"Sebagai bagian dari SIG dan salah satu perusahaan yang telah lebih dari seabad di Sumbar, kami berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui empat pilar utama TJSL: ekonomi, sosial, lingkungan, serta hukum dan tata kelola," ujar Pri.
Keempat pilar tersebut meliputi:
- Ekonomi: pembangunan infrastruktur, bedah rumah, pendampingan UMKM, ekonomi sirkular, serta akses pembiayaan mikro.
- Sosial: program beasiswa, Gerakan Tingkatkan Gizi (GENTING), pemberdayaan penyandang disabilitas, dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar hutan lindung.
- Lingkungan: konservasi ikan bilih dan ikan garing, penghijauan, pemanfaatan energi terbarukan seperti Kaliandra dan kopi, serta partisipasi dalam Program Kampung Iklim (ProKlim).
- Hukum dan Tata Kelola: kerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), penguatan HAM, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Pri juga menekankan pentingnya inovasi energi dalam industri semen. “Kami menyambut baik langkah Pemprov Sumbar dalam mendorong energi terbarukan dan berharap Semen Padang terus menjadi pelopor industri hijau di Indonesia,” jelasnya.
Penandatanganan kesepakatan ini mendukung program unggulan “Gerak Cepat Sumbar Sejahtera” yang digagas oleh Gubernur Mahyeldi.
Pemanfaatan limbah sebagai energi alternatif serta penguatan ekonomi sirkular di tingkat akar rumput menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih.
“Kesepakatan ini menegaskan arah kita untuk menjadikan Sumbar sebagai green province. Kami mendorong pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah seperti Kaliandra, sampah, dan limbah sawit. Ini bukan sekadar solusi industri, tetapi juga peluang untuk pemberdayaan masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran, khususnya pada:
- Asta Cita ke-1: peningkatan kesejahteraan rakyat.
- Asta Cita ke-3: pembangunan energi berkelanjutan dan ekonomi hijau.
- Asta Cita ke-5: penguatan ekonomi inklusif berbasis kerakyatan.
PT Semen Padang dan Pemprov Sumbar sepakat bahwa keberlanjutan tidak hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(*)
Editor : Hendra Efison