Ajang lari tahunan yang kini memasuki edisi keenam ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Sumbar dalam mendorong sport tourism berbasis pelestarian geopark.
Tahun ini, MGR 2025 mengusung semangat kolaboratif untuk mendukung promosi Geopark Ngarai Sianok, yang sedang dalam proses pengajuan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp).
Peluncuran ini juga menjadi penanda dimulainya masa pendaftaran peserta yang dibuka secara daring melalui situs resmi minang.geoparkrun.com mulai 3 hingga 15 Agustus 2025 untuk lima kategori lomba, yaitu:
- 5K Pelajar
- 5K Umum
- 10K Umum
- 21K Umum
- 21K Master
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Minang Geopark Run bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pembangunan pariwisata berkelanjutan.
“Kita ingin menjadikan sport tourism sebagai gerbang baru dalam membangun daya saing pariwisata Sumatera Barat. Melalui Minang Geopark Run, kita perkuat promosi geopark, kita edukasi masyarakat, dan kita libatkan UMKM serta pelaku kreatif lokal,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi juga menyampaikan bahwa pembangunan ekosistem pariwisata tidak hanya berbasis pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek edukasi, kolaborasi lintas sektor, dan pelibatan aktif masyarakat.
“MGR adalah bentuk konkret sinergi antara olahraga, budaya, dan pelestarian lingkungan. Ini sejalan dengan visi kita menjadikan Sumatera Barat sebagai provinsi pariwisata yang tidak hanya indah, tapi juga cerdas secara sosial dan lestari secara ekologis,” tegasnya.
Sementara itu, Founder MGR Yv Tri Saputra menjelaskan bahwa MGR 2025 akan digelar pada 30 November 2025. Ia menyebut bahwa ajang ini lahir dari mimpi sederhana untuk menjadikan lari sebagai pintu masuk membangun hubungan antara masyarakat, lingkungan, dan pariwisata.
“Tahun ini, kami ingin lebih kuat menyuarakan dukungan terhadap Geopark Ngarai Sianok yang sedang berproses masuk dalam jejaring UNESCO Global Geoparks,” ujarnya.
Sejak pertama kali digelar pada 2018, Minang Geopark Run terus berkembang dari format ultramarathon antar kabupaten, hingga edisi terbatas saat pandemi dan ekspansi ke luar Sumatera Barat seperti Belitung dan Ciletuh. Ajang ini telah menjangkau ribuan pelari dan komunitas pegiat lingkungan di berbagai daerah.
Pemprov Sumbar, bersama komunitas pelari, diaspora Minang, dan pelaku ekonomi kreatif, berkomitmen menjadikan MGR 2025 sebagai panggung olahraga yang juga menggerakkan ekonomi lokal, mempromosikan wisata halal, dan memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai provinsi pariwisata berbasis konservasi dan budaya.(*)
Editor : Hendra Efison