Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi H. Arisal Aziz melakukan peninjauan ke lokasi lahan yang direncanakan untuk pembangunan Kantor BNNP Sumatera Barat dan Pusat Rehabilitasi Narkoba berbasis Pondok Pesantren, yang berlokasi di Subangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (4/8/2025).
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar.
“Kami dari BNNP Sumbar sangat mengapresiasi Pak Haji yang sangat peduli anak kemenakan. Sebagai putra Minang beliau sangat berlapang hati menyiapkan lahan untuk Kantor BNNP Sumbar dan pusat rehabilitasi berbasis pesantren. Kalau ini terwujud, maka ini akan menjadi yang pertama di Indonesia pusat rehabilitasi berbasis pesantren,” ujar Brigjen Pol. Dr. Ricky Yanuarfi.
Pusat Rehabilitasi Berbasis Pesantren Pertama di Indonesia
Lahan yang disiapkan tersebut direncanakan menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup kantor operasional BNNP Sumbar sekaligus pusat rehabilitasi narkoba berbasis pesantren, yang menggabungkan pendekatan medis, sosial, dan spiritual dalam proses pemulihan.
Konsep ini diharapkan menjadi model baru dalam rehabilitasi pecandu narkoba, khususnya di daerah dengan kekuatan budaya dan agama yang kental seperti Sumatera Barat.
H. Arisal Aziz menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan karena keprihatinannya terhadap tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat. Sebagai putra daerah, ia merasa terpanggil untuk mengambil bagian dalam upaya penyelamatan generasi muda.
"Memang benar, saya bercita-cita mewakafkan tanah saya untuk kantor BNN dan pusat rehabilitasi pengguna narkoba berbasis pesantren. Semoga ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan dilancarkan Allah rencana baik ini ke depan,” ungkap H. Arisal Aziz.
Ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar menjauhi narkoba dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
“Untuk generasi muda, hindarilah narkoba. Isi hari-hari dengan beribadah dan kegiatan positif seperti berolahraga dan kegiatan sosial. Sibukkan diri kita dengan membantu orang, Insya Allah akan banyak kebaikan menghampiri kita, amin,” pungkasnya.
Kehadiran Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar, dalam peninjauan ini juga menunjukkan dukungan dari tokoh adat terhadap pembangunan fasilitas rehabilitasi berbasis pesantren, sebagai bagian dari sinergi antara adat, agama, dan negara dalam menyikapi persoalan narkoba di daerah.(*)
Editor : Hendra Efison