PADEK.JAWAPOS.COM-Gunung Api Marapi kembali mengalami erupsi pada Senin (8/9) pukul 09.06. Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tersebut memunculkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak kawah Verbeek.
Sepanjang bulan September, gunung yang terletak di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam ini telah mengalami tiga kali letusan dan sepuluh kali hembusan.
“Benar, letusan ini terjadi pada Senin (8/9) pukul 09.06 dengan kolom abu yang teramati mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal,” jelas Ahmad Rifandi, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi.
Ia menjelaskan bahwa letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 51 detik. Erupsi ini merupakan letusan ketiga sepanjang bulan September. Sementara itu, jumlah hembusan tercatat sebanyak sepuluh kali.
“Sebelumnya, letusan pertama terjadi Kamis (4/9) pukul 21.44 dengan amplitudo 30,4 mm dan durasi 44 detik. Kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut. Letusan kedua terjadi pada Minggu (7/9) pukul 20.16 dengan amplitudo 30,4 mm dan durasi 54 detik, menghasilkan kolom abu setinggi 1.200 meter,” tambahnya.
Ahmad Rifandi juga menyampaikan bahwa saat ini Gunung Marapi masih berada pada status Level II atau Waspada. PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah.
“Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran air yang berhulu di Gunung Marapi diminta untuk tetap mewaspadai potensi lahar dingin yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Selain itu, masyarakat diminta untuk menjaga suasana kondusif dan tidak mudah mempercayai serta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Masyarakat diminta selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” ujarnya.
PVMBG juga merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Agam, serta Pemerintah Kota Bukittinggi dan Padang Panjang, senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan situasi Gunung Marapi.
Ahmad Rifandi menambahkan, masyarakat dapat memperoleh informasi terkini terkait aktivitas Gunung Marapi dan rekomendasi resmi melalui situs web dan media sosial PVMBG.(rna)
Editor : Novitri Selvia