Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

GPM, Sudahlah Harga Murah Dapat Voucher Pula

Suryani • Kamis, 18 September 2025 | 09:25 WIB

Warga berbelanja bahan pokok di Pasar Murah yang diadakan di Lapangan Voli RW 03 RT 01 Kelurahan Bungopasang Kecamatan Kototangah, Padang, Rabu (17/9).
Warga berbelanja bahan pokok di Pasar Murah yang diadakan di Lapangan Voli RW 03 RT 01 Kelurahan Bungopasang Kecamatan Kototangah, Padang, Rabu (17/9).
PADEK.JAWAPOS.COM--Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Pasar Murah Bank Indonesia Sumbar bekerja sama dengan pemda dan stakeholders terkait Rabu (17/9) digelar di dua daerah.

Selain di Kota Padang juga di Pasaman Barat. Untuk Kota Padang diadakan di Lapangan Voli RW 03 RT 01 Kelurahan Bungopasang Kecamatan Kototangah, Padang. Sedangkan di Pasaman Barat di Kantor Wali Nagari Sasak.

Sejak pukul 08.00 pagi, masyarakat terutama ibu-ibu sudah ramai di lokasi. Puluhan stan yang berjejer rapi di pinggir lapangan bola voli Bungopasang, tertata rapi beragam bahan pangan. Tidak hanya kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan telur yang dijual.

Tapi juga ada cabai merah dan aneka sayuran dan buah-buahan. Ada juga aneka jajanan, cemilan, keripik dan produk olahan makanan, susu, beragam minuman dan lainnya dari UMKM Kota Padang. Boleh dibilang cukup lengkap yang dijual di pasar murah ini.

Rina Safitri, 35, warga Bungopasang mengaku sangat senang ada pasar murah tersebut. “Memang murah. Selisih harga dengan di kedai mencapai Rp 5.000. Saya beli minyak goreng 4 liter kemasan 2 liter merek Sari Murni hanya Rp 35 ribu. Kalau di pasar capai Rp 40 ribu. Gula juga lebih murah Rp 17.000 sekilo di kedai ada Rp 19 ribu,” ujarnya. Telur di pasar Rp 48 ribu per karton di pasar murah hanya Rp 46 ribu saja. 

Warga senang, sudahlah harga murah dapat voucher pula. Voucher senilai Rp 10 ribu per lembar bisa untuk potongan harga saat belanja. Ada lima jenis bahan pokok yang bisa dapat potongan harga.

Yakni beras, minyak goreng, gula, telur dan cabai. Misalnya beli minyak goreng kemasan 2 liter Rp 35 ribu cukup bayar Rp 25 ribu saja. Selisihnya tukar dengan voucher.

Yose Maulana dari PT Perisahaan Perdagangan Indonesia yang menjual beras, minyak goreng dan gula mengatakan, umumnya warga beli pakai voucher. Ia menjual minyak goreng Minyakita Rp 30 ribu per 2 liter, merek Sarimurni Rp 37 ribu. Stok 10 dus minyak goreng, tinggal beberapa dus saja. Gula Rp 17 ribu per kilogram juga tinggal sedikit.

Untuk beras hanya ada beras Sokan dan Anak Daro sedangkan beras SPHP stoknya habis untuk bazar kemarin. Namanya pasar murah, barang yang harganya murah tandas diborong warga.

Beralih ke stan cabai, sayur, buah-buahan dan aneka keripik. Dea Ananda penjaga stan mengatakan, harga cabai giling kasar Rp 20 ribu 1/4 kg, buncis Rp 15 1/4 kg, alpukat Rp 10 ribu 1 kg, jeruk Rp 15 ribu sekilo dan keripik singkong Rp 15 1/4 kg. “Lumayan ramai yang beli,” ujarnya.

Selain itu juga ada Mpek-mpek Anissa harga mulai Rp 2.000 per potong. Penjual, Lilis, nengatakan, bahan baku mpek-mpek didatangkan langsung dari Palembang. Warga ramai yang beli.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward mengatakan, untuk mengisi stan pasar murah di Kota Padang pihaknya bekerjasama dengan 5 produsen bahan pokok termasuk Bulog dan UMKM yang ada di Kota Padang. " Ada sekitar 35 UMKM ikut berpartisipasi," ujarnya.

Untuk lima bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai diberi voucher. “Karena lima itu yang paling dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara untuk UMKM yang menjual makanan, minuman kemasan seperti susu dan beberapa produk yang dibutuhkan ibu rumah tangga harga di bawah harga pasar. Selisihnya Rp 1.000 sampai Rp 2.000 dibanding harga pasar. "Ini untuk menarik minat orang belanja," ujarnya.

Untuk memancing masyarakat pihaknya juga membagikan 300 voucher kepada masyarakat setempat. Dananya berasal dari CSR sejumlah bank di Padang.

Dipilihnya lokasi tersebut karena berada di lokasi sejumlah kompleks perumahan yang dihuni oleh kalangan menengah ke bawah. Pasar murah diharap bisa membantu masyarakat mendapatkan pangan murah di tengah kelesuan daya beli. 

Warga Ranahpasisia Senang

Sementara, Pasar Murah di Pasaman Barat kemarin digelar di halaman Kantor Badan Musyawarah Nagari Ranahpasisia, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia. Sejak pagi warga sudah antre untuk belanja bahan pokok murah. 

Yusnidar,43, salah satu warga mengaku sudah tak sabar menanti pasar murah dibuka. “Beras di pasar sudah Rp 65 ribu per lima kilogram, di sini Rp 60 ribu saja. Lumayan, selisihnya bisa buat beli bawang,” ucapnya sambil memeluk erat dua karung beras SPHP yang baru ia dapat.

Enam komoditas dijual di bawah harga pasar yakni, beras SPHP Rp 60 ribu per 5 kg, cabai Rp 60 ribu per kg, telur Rp 45 ribu per tray, gula Rp 15 ribu per kg, bawang merah Rp 30 ribu per kg, dan minyak goreng Rp 14 ribu per liter. Rudi, 50, nelayan yang sehari-hari bergantung pada cuaca laut, mengaku sangat terbantu.

“Kalau angin kencang kami tidak bisa melaut, penghasilan pun turun. Dengan harga pangan murah begini, kami bisa lebih tenang,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasbar, Ekadiana Oktavia mengatakan, antusiasme warga berbelanja luar biasa.

“Semua stok yang kami bawa—5 ton beras, 200 liter minyak, 200 kilogram gula, 100 tray telur, 50 kilogram cabai, dan 50 kilogram bawang merah habis terjual,” katanya saat meninjau tenda penjualan yang mulai kosong.

Gelar pangan murah ini bukan hanya soal transaksi, tetapi juga simbol kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pesisir. 

“Kami ingin seluruh warga Pasbar merasakan manfaat harga pangan terjangkau,” tegasnya. (eni/roy)

Editor : Adetio Purtama
#voucher #gpm #harga murah