Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PR yang Harus Dituntaskan secara Kolektif

Silvina Fadhilah • Jumat, 19 September 2025 | 10:45 WIB

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq
Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq

PADEK.JAWAPOS.COM-DATA kecelakaan lalu lintas di Sumbar pada tahun 2023 dan 2024 memperlihatkan tren yang kontras. Meski jumlah kejadian menurun 9 persen, korban meninggal dunia turun 11 persen, dan korban luka ringan turun 7 persen, namun korban luka berat justru meningkat tajam sebesar 46 persen.

Peningkatan tersebut menjadi sorotan utama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar dalam momentum peringatan Hari Keselamatan Lalu Lintas Nasional hari ini.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menjelaskan, kendaraan roda dua masih menjadi jenis kendaraan yang paling mendominasi kasus kecelakaan di Sumbar.

Hal ini mempertegas pentingnya edukasi dan pembinaan terhadap para pengendara sepeda motor. Baik dari sisi kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kelengkapan berkendara, hingga kesadaran akan keselamatan pribadi.

Terkait meningkatnya korban luka berat, dia menjelaskan, sangat bergantung pada situasi dan kondisi saat kejadian. Posisi korban saat kecelakaan, kecepatan kendaraan, hingga jenis tabrakan, sangat memengaruhi tingkat fatalitasnya.

Satu kejadian bisa menyebabkan lebih banyak korban berat bila faktor risikonya tinggi. Reza mengungkapkan, penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Sumbar tidak bisa dilihat dari satu sisi semata.

Ia menyebut empat faktor besar sebagai pemicu, kondisi jalan, kondisi kendaraan, faktor manusia pengemudi/pengguna jalan, serta faktor cuaca atau lingkungan.

“Persoalan-persoalan ini saling berkaitan dan kerap kali tumpang tindih dalam satu kejadian. Ketika kecelakaan menimpa bus dan kendaraan barang keempat faktor tersebut sering muncul bersamaan,” katanya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Ia menjelaskan, memang diperlukan penguatan dalam aspek pengawasan dan perawatan kendaraan. Pemeriksaan kondisi teknis kendaraan, khususnya angkutan umum dan barang, harus dilakukan secara rutin dan lebih ketat agar potensi kecelakaan dapat ditekan.

Bukan hanya itu, untuk masyarakat layak berkendaran adalah memiliki SIM. Namun Reza mengatakan, jika memang ada temuan tes kelayakan mengemudi hanya formalitas belaka dan tidak menggambarkan kesiapan mental, pengendalian emosi, dan sikap disiplin pengendara di lapangna, ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor.

“Silakan laporkan, pasti akan kami tindak. Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal nyawa manusia,” tegasnya. Tahun ini, Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional diperingati untuk pertama kalinya.

Semangat yang diusung menurut Reza, adalah menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama di jalan raya. “Kami ingin keselamatan menjadi budaya, bukan kewajiban yang dipaksakan,” ujarnya.

Reza menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tidak seremoni semata. Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk menjadikan momentum ini sebagai awal dari perubahan nyata di sektor keselamatan jalan. “Ini bukan pekerjaan polisi semata, tapi semua pihak,” tegas dia.

Reza menekankan, perubahan dalam keselamatan lalu lintas harus menjadi gerakan kolektif. Ia berharap Hari Keselamatan Lalu Lintas Nasional bukan hanya menjadi ritual tahunan, melainkan pijakan awal menuju Sumbar yang lebih aman di jalan raya.

Perbaikan Jalan, Minta Dukungan Pusat

Di sisi lain, Pemprov Sumbar berkomitmen menuntaskan seluruh perbaikan jalan provinsi yang mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, perbaikan jalan yang berstatus jalan nasional juga menjadi perhatian serius pemprov.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah diwawancara di sela-sela kegiatannya kemarin menyampaikan, Pemprov Sumbar telah merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serius terhadap pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya jalan nasional di wilayah Sumatera Barat.

Hal ini dinilai penting mengingat pada tahun 2027, sebanyak 44 persen dari total APBD Sumbar juga dialokasin dialokasikan untuk sektor infrastruktur, salah satunya fokus pada pembenahan jalan provinsi yang ada.

“Kalau Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat tidak seperti biasanya atau bahkan berkurang, maka target-target pembangunan infrastruktur ini tidak akan tercapai,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan dan perbaikan jalan sangat berpengaruh terhadap kelancaran perekonomian, seperti distribusi hasil pertanian, selian itu juga untuk keselamatan pengguna jalan, serta pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Ia menambahkan, Pemprov Sumbar juga telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan nasional yang ada di Sumbar.

Ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir, pemeliharaan jalan nasional tidak maksimal akibat refocusing dan efisiensi anggaran.

Namun, Mahyeldi bersyukur pada tahun anggaran 2025, terdapat dana sebesar Rp 198 miliar yang bersumber dari APBN untuk pembangunan jalan nasional Aia Dingin- Alahan Panjang.

Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan pada ruas jalan nasional Limapuluh Kota – Tanahdatar dan jalan Baso – Tanahdatar. Untuk jalan provinsi, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan anggaran melalui APBD. Salah satu proyek yang didanai APBD provinsi adalah perbaikan ruas jalan Padang Lua – Lubukbasung.

Secara keseluruhan, usulan anggaran yang diajukan Pemprov Sumbar ke pusat untuk perbaikan jalan nasional mencapai lebih dari Rp 600 miliar. Usulan tersebut ada juga yang telah diakomodir dalam perencanaan tahun 2025. (cr1/wni)

Editor : Novitri Selvia
#pemprov sumbar #polda sumbar #Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional #Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq #Data kecelakaan lalu lintas Sumbar