Dalam berbagai kunjungan bersama masyarakat, Nevi aktif hadir di sentra UMKM seperti bazar, pasar rakyat, dan pameran produk lokal.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan kita. Mereka yang menjadi penggerak roda perekonomian dari bawah, sekaligus penyelamat dalam kondisi krisis,” ujar Nevi Zuairina.
Ia menekankan bahwa dukungan terhadap UMKM harus diwujudkan dengan langkah nyata dan fasilitasi konkret dari para pemangku kebijakan.
Di setiap even, Nevi berinteraksi langsung dengan pelaku usaha kecil. Ia membeli produk olahan pangan lokal, memberikan apresiasi terhadap kreativitas, serta mendengarkan aspirasi mengenai kesulitan modal, akses pasar, dan kebutuhan pendampingan usaha.
Menurut Nevi, pemerintah pusat telah mengalokasikan beragam program pemberdayaan UMKM. Namun, ia menilai implementasi di lapangan masih membutuhkan pengawasan agar tepat sasaran.
“Kita harus memastikan program-program itu tidak berhenti di atas kertas. UMKM di nagari, kecamatan, dan desa perlu merasakan manfaatnya secara langsung,” tambahnya.
Nevi optimistis UMKM lokal dapat naik kelas dengan dukungan berkelanjutan. Ia menyebut pelaku UMKM berpeluang tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Legislator asal Sumbar II ini mengajak pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat luas untuk menjadikan UMKM sebagai prioritas bersama.
“Kalau kita membeli produk UMKM, itu artinya kita ikut menghidupkan keluarga, tetangga, bahkan generasi muda yang sedang merintis usahanya. Mari sama-sama kita perkuat ekonomi rakyat dari bawah,” pungkas Nevi Zuairina.(*)
Editor : Heri Sugiarto