Diskusi Nasional, Dr. Desi Yusdian Ajak Perempuan Indonesia Hidupkan Spirit Kemandirian Khadijah

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Minggu, 28 September 2025 | 11:55 WIB

Dr. Desi Yusdian memberikan pemaparan inspiratif tentang keteladanan Khadijah bint Khuwailid dalam "Bincang-Bincang Muslimah". (Foto: IST)
Dr. Desi Yusdian memberikan pemaparan inspiratif tentang keteladanan Khadijah bint Khuwailid dalam "Bincang-Bincang Muslimah". (Foto: IST)
PADEK.JAWAPOS.COM-Komunitas Fiqh Wanita Yayasan Bahasa Quran al-Hafiz Indonesia menyelenggarakan acara “Bincang-Bincang Muslimah” yang digelar secara daring melalui Zoom dan YouTube, Minggu (28/9/2025).

Acara kali ini mengangkat tema “Andai Kita Bisa Menjadi Khadijah di Rumah Kita” dengan menghadirkan narasumber utama Dr. Desi Yusdian, Lc., MA, akademisi dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Acara dibuka pada pukul 13.00 WIB dan dipandu oleh Tari Oktavia, S.Ak., M.Pd., selaku host.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya partisipan yang bergabung dari berbagai daerah.

Diskusi ini bertujuan untuk menelaah relevansi keteladanan Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah SAW, dalam konteks kehidupan perempuan Muslimah masa kini, khususnya peran mereka di rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Dr. Desi Yusdian menyampaikan bahwa meneladani Khadijah tidak hanya soal meniru gaya hidup atau pakaian pada masanya, melainkan lebih kepada mengadopsi spirit, karakter, dan prinsip hidupnya.

“Khadijah adalah sosok perempuan mandiri, pengusaha sukses, istri yang suportif, dan ibu yang bijaksana. Spirit inilah yang relevan untuk kita hidupkan kembali di rumah kita masing-masing,” ujar Dr. Desi.

Desi juga menekankan peran Khadijah sebagai pendukung utama dakwah Rasulullah SAW, baik secara moril maupun materil.

Menurutnya, keteladanan ini menjadi pelajaran penting bagi para istri untuk menjadi “sumber ketenangan” atau sakīnah bagi suami dan keluarga, terutama di tengah tantangan kehidupan modern.

Narasumber kemudian membahas peran ganda perempuan modern, yang tidak hanya beraktivitas di rumah tetapi juga berkarier di luar rumah.

Khadijah disebut sebagai contoh bagaimana seorang perempuan dapat menyeimbangkan peran publik sebagai pebisnis ulung dengan tanggung jawabnya di rumah tangga.

“Kunci dari keseimbangan tersebut adalah manajemen waktu yang baik, komunikasi efektif dengan pasangan, serta niat yang lurus karena Allah SWT. Khadijah mengajarkan bahwa perempuan bisa berdaya secara ekonomi dan sosial, sekaligus menjadi pilar dalam membangun generasi dari rumah,” tambah Dr. Desi.

Sesi diskusi semakin interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Peserta menanyakan berbagai tantangan praktis dalam menerapkan nilai-nilai keteladanan Khadijah, mulai dari mengelola emosi, mendidik anak di era digital, hingga mendukung pasangan secara produktif.

Dr. Desi menjawab setiap pertanyaan dengan contoh-contoh aplikatif.(*)

Editor : Heri Sugiarto
kemandirian rumah tangga modern Desi Yusdian Khadijah keteladanan diskusi nasional