Peristiwa ini menimbulkan situasi darurat kesehatan masyarakat yang langsung ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Agam.
Data sementara mencatat, 20 murid mendapat penanganan di Puskesmas Manggopoh, 9 orang dirawat di RSUD Lubukbasung, dan 5 lainnya di RSIA Rizky Bunda. Selain siswa, seorang guru dan seorang nenek yang sempat mencicipi nasi goreng MBG juga turut menjadi korban.
Gejala dan Dugaan Penyebab
Para korban mengalami gejala berupa pusing, mual, muntah, diare, hingga demam setelah menyantap nasi goreng dari program MBG. Menu tersebut dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BUMNag Bersama Lubuk Basung di bawah Yayasan Peduli Karakter Anak Bangsa (YPKAB).
Pihak medis menduga gejala yang dialami para korban disebabkan keracunan makanan. Saat ini sampel makanan sedang diperiksa untuk memastikan penyebab pasti.
Respons Cepat Pemkab Agam
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi, menyatakan Pemkab langsung mengerahkan Tim Satgas lintas sektor sejak siang hari. Ia menegaskan seluruh korban mendapat perawatan sesuai standar prosedur.
“Baik pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun yang belum memiliki kepesertaan, semuanya dijamin mendapat penanganan optimal tanpa ada yang terabaikan,” kata Mhd. Lutfi, Rabu malam.
Untuk memperkuat sistem rujukan, sejumlah ambulans dari berbagai puskesmas telah disiagakan guna mendukung pemindahan pasien dari Puskesmas Manggopoh menuju fasilitas dengan kapasitas lebih besar.
Penghentian Sementara Dapur MBG
Sebagai langkah preventif, Pemkab Agam menghentikan sementara operasional dapur MBG yang dikelola BUMNag Kampung Tangah.
“Penghentian aktivitas produksi ini diberlakukan sembari menanti hasil penelusuran menyeluruh yang dilakukan Tim Satgas,” ujar Mhd. Lutfi.
Bupati Agam Tinjau Korban
Bupati Agam, Benni Warlis, menerima laporan kasus ini dan segera meninjau korban di Instalasi Gawat Darurat RSUD Lubukbasung.
Pada malam harinya, ia dijadwalkan memimpin rapat koordinasi bersama Tim Satgas dan pihak pengelola dapur MBG pukul 20.00 WIB.
Rapat tersebut membahas percepatan langkah penanganan serta perumusan kebijakan tindak lanjut secara komprehensif.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Agam meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Perkembangan resmi akan disampaikan Tim Satgas. Pemkab berkomitmen menyampaikan seluruh hasil penelusuran dan langkah penanganan secara transparan kepada publik,” tegas Mhd. Lutfi.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di Agam, khususnya terkait pengawasan kualitas makanan yang disajikan kepada anak sekolah.(*)
Editor : Hendra Efison