Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kasus Keracunan MBG di Agam Bertambah Jadi 110 Orang, 31 Masih Dirawat

Randi Zulfahli • Kamis, 2 Oktober 2025 | 13:33 WIB

 

Sekdakab Agam Dr Mhd Lutfi (kanan) mengecek kondisi siswa yang tengah menjalani perawatan, pasca keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), di RSUD Lubukbasung, Kamis (2/10/2025).
Sekdakab Agam Dr Mhd Lutfi (kanan) mengecek kondisi siswa yang tengah menjalani perawatan, pasca keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), di RSUD Lubukbasung, Kamis (2/10/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Kasus dugaan keracunan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam terus menunjukkan peningkatan signifikan. Data terkini per Kamis (2/10/2025) pukul 12.00 WIB mencatat jumlah korban terindikasi keracunan bertambah drastis menjadi 110 orang.

Meskipun sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang, sebanyak 31 siswa masih menjalani perawatan medis intensif. Penanganan dilakukan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, dengan fokus pada empat fasilitas kesehatan berbeda.

Rinciannya, 24 orang dirawat di RSUD Lubukbasung, 3 orang di RSIA Rizki Bunda, 3 orang di Puskesmas Lubuk Basung, dan 1 orang di Puskesmas Manggopoh.

Baca Juga: Dipicu Bakteri, Virus, dan Bahan Kimia

Data Perkembangan Korban Hingga Siang Hari

Hingga Kamis siang, perkembangan data penanganan korban keracunan MBG di Kabupaten Agam sebagai berikut:

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa ratusan warga ini. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat untuk memberikan penanganan medis terbaik.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Saat ini terdapat 31 anak yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas,” ujar Benni Warlis, Kamis (2/10/2025).

Ia menegaskan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan agar memberikan penanganan medis secara optimal sehingga seluruh korban dapat segera pulih.

Baca Juga: Kalah Beruntun, Eksperimen Bek Kanan Dipertanyakan

Uji Laboratorium BPOM

Selain fokus pada penanganan medis, Pemkab Agam juga menempuh langkah investigasi. Dinas Kesehatan telah mengambil sampel sisa makanan serta sampel simpanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saat ini sampel tersebut tengah diuji di laboratorium BPOM untuk mengetahui secara pasti penyebab dugaan keracunan MBG ini,” tegas Benni Warlis.

Pemerintah Kabupaten Agam juga melakukan pendataan korban secara rinci berdasarkan asal sekolah. Langkah ini ditempuh agar semua korban tercatat dengan baik dan mendapat perawatan sesuai standar yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Agam mengisyaratkan adanya peninjauan ulang terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan. Menurutnya, evaluasi prosedur menjadi penting pasca-insiden yang membuat jumlah korban terindikasi keracunan bertambah signifikan.(*)

Editor : Hendra Efison
#31 Orang Masih Dirawat #Data Bertambah jadi 110 Orang #Keracunan MBG di Agam