Pemilik Toko Emas Melati Indah di Pasar Raya Padang, Rico Fernanda, mengatakan lonjakan harga tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
“Hari ini harga emas mencapai Rp5.100.000. Kenaikannya sangat tinggi, menembus rekor tertinggi,” ujar Rico kepada padek.jawapos.com, Minggu (5/10/2025).
Menurut Rico, situasi pasar saat ini sangat fluktuatif. “Harga emas sekarang kacau sekali, tidak stabil. Naik terus menerus,” katanya.
Ia menjelaskan, tren kenaikan harga sudah berlangsung sejak April 2025 dan terus meningkat secara bertahap antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu setiap bulan.
Sebelum mencapai Rp5,1 juta, harga emas di pasar Padang sempat stabil di kisaran Rp4,3 juta hingga Rp4,4 juta per emas.
Rico menambahkan, lonjakan tajam ini disertai kekhawatiran akan potensi penurunan mendadak seperti yang sempat terjadi pada April lalu. “Waktu itu sempat naik tinggi, lalu turun lagi,” ujarnya.
Dalam kondisi harga tertinggi saat ini, selisih antara harga jual dan beli juga semakin lebar. “Untuk menjual emas kini agak jauh jaraknya antara menjual sama membeli,” jelasnya.
Saat harga jual mencapai Rp5,1 juta, harga beli kembali (buyback) di toko emas berada di level Rp4,7 juta per emas. Meski begitu, transaksi di pasar masih relatif seimbang dengan persentase 50:50 antara jual dan beli.
Harga Emas Antam dan Pegadaian Ikut Naik
Kenaikan harga emas di pasar tradisional sejalan dengan tren di PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada Minggu (5/10/2025) naik Rp4.000 menjadi Rp2.239.000 per gram, dibandingkan harga sehari sebelumnya sebesar Rp2.235.000 per gram.
Berikut rincian harga emas Antam per ukuran:
- 0,5 gram: Rp1.169.500
- 2 gram: Rp4.418.000
- 3 gram: Rp6.602.000
- 5 gram: Rp10.970.000
- 10 gram: Rp21.885.000
- 25 gram: Rp54.587.000
- 50 gram: Rp109.095.000
- 100 gram: Rp218.112.000
- 250 gram: Rp545.015.000
- 500 gram: Rp1.089.820.000
- 1.000 gram: Rp2.179.600.000
Sementara itu, harga tabungan emas Pegadaian juga ikut menyesuaikan dengan pasar global. Harga beli tercatat Rp21.540 per 0,01 gram, dan harga jual Rp20.780 per 0,01 gram.
Kondisi harga yang terus naik dan tak stabil ini membuat sebagian masyarakat mulai beralih ke tabungan emas Pegadaian sebagai alternatif investasi.
"Skema menabung emas dinilai lebih fleksibel karena bisa dimulai dari nominal kecil dan tidak terdampak langsung fluktuasi pasar perhiasan," ungkap Endang (46), warga Nanggalo, Padang.
Tren ini menunjukkan bahwa meski harga emas fisik melonjak tinggi, minat masyarakat terhadap logam mulia tetap kuat, terutama melalui platform investasi mikro seperti Pegadaian. (CC1)
Editor : Hendra Efison