Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gunung Marapi Erupsi Dini Hari, Warga Batu Palano Agam Terdampak Hujan Abu

Randi Zulfahli • Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:22 WIB

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali terjadi, Selasa (14/10/2025). Hujan abu tebal guyur Agam, terutama Batu Palano.
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali terjadi, Selasa (14/10/2025). Hujan abu tebal guyur Agam, terutama Batu Palano.
PADEK.JAWAPOS.COM—Gunung Marapi yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanahdatar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Selasa (14/10/2025) dini hari. Letusan tersebut dilaporkan menyebabkan hujan abu tebal di sejumlah daerah sekitarnya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, mengkonfirmasi bahwa erupsi terjadi pada pukul 03.52 WIB. Meskipun tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual, kejadian ini terekam jelas pada seismograf.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi 71 detik,” ujar Ahmad, Selasa (14/10/2025).

Dampak material vulkanik langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama di Kabupaten Agam. Laporan menyebutkan bahwa hujan abu tebal melanda sejumlah wilayah. Nagari Batu Palano, di Kecamatan Sungai Pua, Agam, menjadi salah satu lokasi yang paling parah terdampak.

Mak Etek, seorang warga Nagari Batu Palano, memberikan kesaksian mengenai kondisi di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa hujan abu mulai mengguyur sejak sekitar pukul 03.30 WIB atau menjelang subuh.

“Di Batu Palano hujan abunya sangat tebal sekali akibat erupsi Gunung Marapi,” kata Mak Etek pada pukul 08.25 WIB. Ia menambahkan bahwa jalanan di nagari tersebut tertutup oleh lapisan debu vulkanik yang sangat tebal.

Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi mendesak untuk keselamatan masyarakat.

PVMBG secara tegas melarang masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk pendaki, pengunjung, atau wisatawan, untuk memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini terkait potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar dingin yang dapat terjadi, terutama saat musim hujan tiba.

Selain ancaman lahar, PVMBG juga menyoroti bahaya abu vulkanik bagi kesehatan pernapasan. Jika terjadi hujan abu, PVMBG mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan saluran pernapasan akut (ISPA).

Terakhir, PVMBG meminta seluruh pihak menjaga suasana kondusif, menghindari penyebaran narasi bohong atau hoaks, dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diimbau untuk selalu berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi agar mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai aktivitas Marapi. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah setempat. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#Batu Palano #agam #hujan abu #erupsi #gunung marapi