Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BP3MI Sumbar Dorong Kemandirian Ekonomi PMI Purna lewat Pelatihan dan Bantuan Modal Usaha

Adetio Purtama • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 12:49 WIB

Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi berfoto bersama para peserta pelatihan usai kegiatan, kemarin.
Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi berfoto bersama para peserta pelatihan usai kegiatan, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM--Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna dan keluarga mereka.

Melalui program Pelatihan Pengembangan Usaha Produktif Pekerja Migran Indonesia di Sumatera Barat, BP3MI bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar kegiatan pelatihan sekaligus penyerahan bantuan modal usaha kepada peserta yang telah memiliki usaha mandiri.

Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi saat penutupan pelatihan di Hotel Grand Buana Lestari, Jumat (24/10) mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Oktober 2025, dan diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan PMI Purna dari berbagai daerah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Kota Payakumbuh, serta Kabupaten Limapuluh Kota.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional pemberdayaan PMI dan keluarga mereka, yang bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi pascakembali dari luar negeri.

“Pelatihan ini menjadi wadah bagi PMI Purna untuk memperdalam kemampuan manajerial dan wirausaha, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi usaha yang sudah ada. Selain itu, kami juga menyerahkan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan konkret terhadap keberlanjutan bisnis para peserta,” ujarnya.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi dan jaringan bagi Purna PMI dan keluarganya agar mampu memperluas usaha yang sudah berjalan. Program ini juga menjadi sarana penting untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan melalui pendekatan praktis dan berbasis kebutuhan lokal.

Jupriyadi menjelaskan, selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan manajemen sumber daya manusia (SDM), peraturan terkait ekspor-impor, serta teknik pemasaran modern termasuk strategi digital marketing dan live streaming.

Instruktur pelatihan berasal dari kalangan profesional dan praktisi bisnis, dengan pendekatan pembelajaran interaktif agar peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada usaha masing-masing.

Selain pelatihan, BP3MI juga menyalurkan bantuan pengembangan usaha sebesar Rp 60 juta. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi modal awal atau tambahan untuk memperluas kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing usaha mereka di pasar lokal maupun internasional.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan salah satu tugas dan fungsi utama (tusi) BP2MI, yaitu pemberdayaan PMI Purna dan keluarga mereka. Pemberdayaan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi pelatihan, pendampingan, serta pemberian bantuan modal usaha secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para PMI Purna tidak hanya kembali ke Tanah Air sebagai tenaga kerja, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang berdaya dan mandiri. Ini adalah bentuk nyata dari transformasi ekonomi berbasis pemberdayaan,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pemberdayaan PMI merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pekerjaan luar negeri sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal. Dengan dukungan pemerintah dan pelatihan berkelanjutan, diharapkan PMI Purna mampu menjadi agen perubahan ekonomi di daerah asal mereka.

Beberapa peserta mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. Salah satunya Anti Furqon yang memiliki usaha di bidang kuliner. Ia menilai materi yang disampaikan tidak hanya relevan, tetapi juga membuka wawasan baru terkait cara memasarkan produk secara digital dan mengelola keuangan usaha dengan lebih profesional.

“Kami sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. Selain pengetahuan, bantuan usaha yang diberikan juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan bisnis yang sudah kami jalankan,” ungkap peserta asal Payakumbuh itu.

BP3MI Sumbar memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pemberdayaan berjenjang bagi PMI Purna dan keluarga mereka di seluruh wilayah Sumatera Barat. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#PMI Purna #BP3MI Sumbar #pelatihan #kemandirian ekonomi #bantuan modal usaha