Menurut informasi dari pihak pelabuhan, kapal yang semula dijadwalkan berangkat pada malam hari akhirnya memutar haluan kembali dan telah sandar di Pelabuhan Tuapejat.
Penundaan dilakukan demi keselamatan pelayaran karena kondisi cuaca di laut Mentawai tidak memungkinkan. “Untuk sementara, kapal akan diberangkatkan besok subuh sekitar pukul 05.00 WIB, tergantung kondisi cuaca. Pengguna jasa diminta tetap standby karena informasi dapat berubah sewaktu-waktu,” demikian keterangan petugas syahbandar.
Sementara itu, BMKG Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di perairan Sumbar. Peringatan ini berlaku mulai 12 hingga 15 November 2025.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut diimbau meningkatkan kewaspadaan. Gelombang laut diprakirakan dapat mencapai tinggi hingga 2,5 meter disertai potensi angin kencang.
Menurut rilis resmi BMKG, kondisi cuaca maritim dibagi dalam tiga periode pemantauan. Pada periode pertama, 12–13 November, cuaca di sebagian besar perairan Sumbar diprediksi berawan tebal dengan potensi hujan petir di perairan Timur Sipora dan Barat Pagai.
Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padangpariaman, dan Pesisir Selatan.
Angin bertiup dari arah barat laut hingga barat dengan kecepatan 4–13 knot. Meski tergolong sedang, BMKG tetap mengimbau waspada terhadap gelombang tinggi di perairan Pesisir Selatan serta sekitar Siberut, Sipora, dan Pagai.
Pada periode kedua, 13–14 November, arah angin bergeser dari barat laut ke utara dengan kecepatan 7–13 knot. Potensi hujan petir masih terjadi di perairan Timur Siberut dan Barat Pagai.
Peringatan waspada gelombang tinggi 2,5 meter tetap berlaku untuk wilayah perairan di sekitar Pesisir Selatan dan Mentawai.
Memasuki periode ketiga, 14–15 November, potensi cuaca ekstrem meningkat. BMKG memprediksi angin kencang hingga 17 knot disertai hujan petir di perairan Timur dan Barat Siberut serta Barat Pagai.
Potensi gelombang tinggi juga meluas ke perairan Padang–Padangpariaman dan Pesisir Selatan.
Untuk aktivitas pelayaran, pasang tertinggi pada 12 November diperkirakan terjadi pukul 11.00–12.00 WIB dan 22.00–01.00 WIB. Kondisi surut terendah diprediksi pukul 04.00–06.00 WIB dan 15.00–17.00 WIB.
BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas laut dengan kondisi terkini.(CC1)
Editor : Hendra Efison