Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Warga Terjebak di Ladang Akibat Luapan Sungai di Nagari Salareh Aia Barat

Randi Zulfahli • Minggu, 23 November 2025 | 15:45 WIB

Tim SAR diberangkatkan untuk bantuan evakuasi warga terjebak di ladang di Palembayan, Agam, Minggu (23/11/2025).
Tim SAR diberangkatkan untuk bantuan evakuasi warga terjebak di ladang di Palembayan, Agam, Minggu (23/11/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Tujuh warga Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terjebak di ladang mereka menyusul luapan air sungai yang meningkat signifikan pada Minggu (23/11/2025) siang.

Kasiops Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, membenarkan laporan tersebut. Permintaan bantuan diterima dari Sekretaris Nagari Salareh Aia Barat, Yeni, pada pukul 13.48 WIB.

“Kami telah menerima laporan mengenai operasi SAR dengan kondisi khusus menimpa tujuh warga yang terjebak di ladang. Penyebab utamanya adalah luapan air sungai yang membuat mereka tidak bisa kembali ke rumah,” ujar Hendri.

Ketujuh warga tersebut berangkat ke areal persawahan atau ladang pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, dengan membawa bekal untuk satu hari. Namun curah hujan tinggi belakangan memicu luapan sungai.

Identitas mereka: Febrianto (36), Amirudin, Abdul Hakim (45), Deni Irawan Roza (51), Yeni Novita (47), Dasman (44), dan Jisril Mahendra (17) — seluruhnya berdomisili di Salareh Aia Barat.

Kontak terakhir dicatat dengan Deni Irawan Roza pada Sabtu malam pukul 20.00 WIB. Dalam komunikasi, mereka dilaporkan telah berkumpul di satu titik yang dianggap aman, namun hingga laporan diterima belum kembali ke rumah.

Tim Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman diberangkatkan pada pukul 14.04 WIB dengan enam personel menuju lokasi kejadian, yang diperkirakan sekitar 56,8 km dari pos SAR terdekat. Koordinat kejadian: 0°8′31.20″S – 100°2′43.50″T.

Peralatan yang dibawa termasuk Rescue Car, perahu karet (LCR) dengan mesin tempel, peralatan mountainering, SAR air, medis dan komunikasi.

Hendri menambahkan bahwa kondisi cuaca buruk dan tingginya debit air sungai menjadi kendala utama. “Hal ini menuntut kehati-hatian ekstra dari tim di lapangan,” tutup Hendri. (CC1)

Editor : Hendra Efison
#luapan sungai Agam #Nagari Salareh Aia Barat #evakuasi SAR Agam