Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, abrasi, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau warga untuk siaga dan waspada terhadap potensi bencana,” ujar Hendri, Minggu (23/11/2025).
BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan disertai gelombang tinggi di perairan Sumatera Barat.
Kondisi ini dipicu oleh pertemuan massa udara di wilayah barat Samudera Hindia yang memicu cuaca ekstrem.
Nelayan diimbau tidak melaut apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai dua meter. “Pantau terus kondisi cuaca sebelum melaut,” kata Hendri.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, selama 21–23 November 2025 tercatat 18 kasus pohon tumbang yang menghambat akses jalan. Kejadian paling banyak terjadi di Kecamatan Koto Tangah.
Pada Jumat (21/11/2025), pohon tumbang terjadi di Seberang Padang, Padang Besi (Lubuk Kilangan), Korong Gadang (Kuranji), Dadok Tunggul Hitam (Koto Tangah), Surau Gadang (Nanggalo), dan Lubuk Begalung.
Pada Sabtu (22/11/2025), pohon tumbang terjadi di Tanjung Aur, Baru Gadang, Koto Panjang Ikur Koto, Pasie Nan Tigo, Lubuk Minturun (dua kejadian), Anak Aie, dan Pasie Nan Tigo. Seluruh kejadian hari tersebut tercatat di Kecamatan Koto Tangah.
Sementara pada Minggu (23/11/2025), pohon tumbang terjadi di Kampung Pondok (Padang Barat), Purus, Pisang (Pauh), Kampung Baru Lubuk Begalung, dan Korong Gadang (Kuranji).
Selain pohon tumbang, BPBD juga mencatat kejadian tanah amblas di Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, serta genangan air di Gunung Pangilun.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 27 November 2025.(CC1)
Editor : Hendra Efison