Bencana tersebut menyebabkan 10 korban meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian. Puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Pemerintah Provinsi Sumbar memprioritaskan proses evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Fokus Penyelamatan dan Layanan Darurat
Gubernur menginstruksikan BPBD dan relawan agar memusatkan perhatian pada penyelamatan korban, distribusi logistik, dan pelayanan dasar.
Dapur umum, posko pengungsian, serta layanan kesehatan diminta segera beroperasi.
“Fokus utama adalah penyelamatan korban dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Longsor Berulang dan Pembukaan Akses Jalan
Bupati Agam Benni Warlis menyebut longsor di wilayah tersebut merupakan kejadian berulang akibat hujan berintensitas tinggi.
Longsoran susulan menyebabkan dua korban jiwa tambahan dan satu orang masih dalam pencarian.
Mahyeldi juga meninjau lokasi longsor di Korong Sawah Tuko, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman.
Jalur Malalak yang menghubungkan Padang–Bukittinggi masih terputus sejak 24 November 2025.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Sejak 21 November, 15 Orang Jadi Korban di Sumbar, Kerugian Capai Rp6,53 Miliar
Pengerahan Alat Berat untuk Material Longsor
Pemerintah Provinsi Sumbar mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material berupa tanah, batu besar, dan kayu.
Pembukaan akses jalan ditetapkan sebagai prioritas dalam masa tanggap darurat.
Warga setempat dilibatkan dalam gotong royong sembari menunggu alat berat tiba di lokasi terdampak.
Aktivitas Sekolah Dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh
Pemprov Sumbar menerbitkan Surat Edaran penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 27–29 November 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi menyatakan Surat Edaran Nomor 300.2.1/7371/SEK/DISDIK-2025 telah disampaikan ke seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison