Warga di Jorong Silungkang, Kampung Aua, dan Kampung Lansek, Nagari Tigo Koto Silungkang, melaporkan telah empat hari kesulitan mendapatkan makanan akibat akses yang terputus dan dugaan ketidakadilan distribusi bantuan.
Keluhan masyarakat mencuat setelah permintaan beras dari warga disebut ditolak oleh pihak Wali Nagari Tigo Koto Silungkang, dengan alasan penyaluran bantuan diprioritaskan terlebih dahulu ke Nagari Salareh Aia.
Kebijakan ini memicu keprihatinan mendalam di tengah kondisi warga yang sudah berhari-hari menahan lapar.
“Tolong Ketua, warga Silungkang, Kampung Aua, dan Kampung Lansek sudah empat hari tidak makan,” ujar Winda, warga setempat, menegaskan bahwa alasan prioritas bantuan tidak dapat diterima saat kebutuhan dasar warga belum terpenuhi.
Ia mempertanyakan alasan pemilahan distribusi tersebut. “Ndak bisa lah kalau warga Koto Alam diprioritaskan, sedangkan kita di kampung sendiri tidak makan,” katanya, menyebut jalan ke wilayah mereka sudah terputus total.
Kesulitan warga mencapai titik yang memprihatinkan. Puji, warga lain di Jorong Silungkang, mengungkapkan bahwa mereka kini bertahan hidup dengan apa pun yang tersedia.
“Alhamdulillah, meski tidak ada kayu, meski tidak ada api, ubi masih bisa dimakan mentah. Alhamdulillah masih ada yang bisa kami makan,” ujarnya.
Warga juga mempertanyakan lambatnya respons pemerintah nagari. “Apa harus ada yang meninggal dulu baru dibantu?” ucap seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, Wali Nagari Tigo Koto Silungkang, Doni Cendra, belum dapat dikonfirmasi terkait laporan tersebut.
Camat Palembayan, Sabirun, merespons aduan warga dengan janji akan segera menindaklanjuti. “Makasih infonya, akan kita bilang ke Wali Nagarinya,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Reza Syafdefianti, juga menegaskan bahwa pihaknya segera mengintervensi persoalan ini. “Kami akan ingatkan masalah ini,” ujarnya singkat.
Situasi ini menjadi peringatan bagi pengelolaan logistik bencana, menekankan pentingnya keadilan, koordinasi, dan transparansi agar bantuan tepat sasaran, terutama bagi warga yang berada dalam kondisi paling rentan.(*)
Editor : Hendra Efison