Pada Jumat (28/11), PT Semen Padang menyerahkan bantuan senilai Rp210 juta melalui program Semen Padang Peduli Bencana Sumbar.
Sehari setelahnya, Sabtu (29/11), Gubernur kembali menerima bantuan senilai Rp100 juta dari IKA Unand.
“Alhamdulillah, kepedulian Semen Padang dan para alumni Unand sangat berarti bagi masyarakat terdampak. Bantuan ini akan segera kita salurkan,” ujar Mahyeldi di Padang.
Gubernur mengimbau masyarakat tetap waspada meski intensitas hujan mulai menurun, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan. Menurutnya, potensi bencana susulan masih harus diantisipasi.
Direktur Utama Semen Padang, Pri Gustari Akbar, mengatakan pihaknya telah turun ke lapangan sejak awal bencana dengan membawa tenaga medis, logistik, serta membuka dapur umum. “Ini bukti kami hadir untuk masyarakat Sumbar,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan IKA Unand, Fajar Septian, menyebut penggalangan donasi masih berlangsung.
“Proses penggalangan masih terus berlangsung, semoga nilainya bisa terus bertambah,” ungkapnya.
Pemprov Sumbar mengapresiasi dukungan berbagai pihak dan memastikan seluruh bantuan akan segera didistribusikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
“Langit mulai cerah dan matahari sudah tampak. Ini kesempatan bagi kita untuk mempercepat penanganan,” katanya.
Berdasarkan data sementara Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar, sebanyak 85 warga masih belum ditemukan dan proses pencarian masih berlangsung.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Siklon Tropis Senyar kini telah melemah setelah masuk ke daratan Malaysia.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Wilayah Sumbar Berisiko Hujan Ekstrem 29 Nov–1 Des
“Per Jumat, 28 November pukul 06.00 WIB, Ex-Siklon Senyar melemah dan saat ini berada di Selangor, bergerak ke arah timur–timur laut,” jelasnya.
Pemprov Sumbar terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan proses pencarian, evakuasi, dan penanganan kebutuhan mendesak berjalan maksimal.(*)
Editor : Hendra Efison