Penyesuaian ini dilakukan Dinas ESDM Sumbar bersama Pertamina Patra Niaga.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menjelaskan bahwa penyesuaian rute dan pola distribusi diperlukan agar kebutuhan energi masyarakat, termasuk kebutuhan evakuasi dan operasi darurat, tetap terpenuhi.
“Bencana hidrometeorologi sangat memengaruhi jalur distribusi BBM dan LPG. Karena itu, sesuai arahan Pak Gubernur, kita perlu sejumlah penyesuaian,” ujar Helmi di Padang, Minggu (30/11/2025).
Ia menyampaikan bahwa skema baru ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, yang turut membantu pengamanan distribusi.
Skema Distribusi BBM
Sejumlah langkah disepakati untuk menjaga kelancaran suplai BBM, antara lain:
1. Perbantuan distribusi melalui Fuel Terminal Siak dan Jambi guna memperkuat suplai dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung.
2. Penambahan 17 armada mobil tangki berkapasitas 16 KL, dengan total daya angkut 272 KL.
3. Penyesuaian armada untuk Kabupaten Pasaman menggunakan mobil tangki 8 KL agar sesuai kondisi jalan.
4. Pengawalan Patwal guna memastikan keamanan dan kelancaran pergerakan mobil tangki ke wilayah terdampak.
Skema Distribusi LPG
Adapun langkah khusus untuk menjaga pasokan LPG mencakup:
1. Perbantuan pasokan dari IT Dumai untuk wilayah Lima Puluh Kota dan Payakumbuh.
2. Pengiriman tabung LPG 3 kg menggunakan perahu ke daerah terisolasi seperti Paninggahan dan Muaro Pingai (Kab. Solok) serta sebagian wilayah Tiku (Kab. Agam).
3. Pengoperasian SPBE pada hari Minggu yang biasanya non-operasional guna memastikan ketersediaan LPG 3 kg.
4. Pengawalan armada skid tank LPG menuju SPBU menggunakan Patwal.
Selain penyesuaian distribusi, Pertamina Patra Niaga Sumbar bersama IT Teluk Kabung juga menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk korban bencana.
Bantuan diserahkan ke Posko Utama Tanggap Darurat Pemprov Sumbar dalam bentuk kebutuhan pokok, obat-obatan, dan makanan siap saji.(*)
Editor : Hendra Efison