Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kerusakan Parah Terjadi di Kawasan Transmigrasi Ranah Balingka–Beremas, Ratusan Warga Mengungsi

Putra Susanto • Senin, 1 Desember 2025 | 20:40 WIB

Kawasan Transmigrasi Ranah Balingka–Beremas alami kerusakan berat akibat banjir dan longsor, ratusan warga mengungsi dan pemerintah siapkan langkah pemulihan.
Kawasan Transmigrasi Ranah Balingka–Beremas alami kerusakan berat akibat banjir dan longsor, ratusan warga mengungsi dan pemerintah siapkan langkah pemulihan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kawasan Transmigrasi Ranah Balingka–Beremas di Kabupaten Pasaman Barat menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat.

Dari empat kawasan transmigrasi di Ranah Minang, lokasi ini mencatat kerusakan terbesar pada infrastruktur dan fasilitas umum.

Wilayah transmigrasi yang membentang di tiga kecamatan—Koto Balingka, Ranah Batahan, dan Sungai Beremas—mengalami kerusakan berat pada sekolah, jalan, jembatan, rumah warga, serta area persawahan.

Di Sungai Beremas, banjir dan longsor menyebabkan jalan putus, tiga sekolah rusak, 56 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa mengungsi, dan 78 rumah mengalami kerusakan.

Di Ranah Batahan, sebanyak 80 KK terpaksa mengungsi, dengan lebih dari 100 hektare lahan pertanian rusak parah.

Di Koto Balingka, Nagari Parit, akses di Jorong Sikabau terputus akibat badan jalan terban. Enam sekolah dan sejumlah ruas jalan juga terdampak banjir.

Sementara di Nagari Persiapan Pematang Panjang, Jorong Aek Nabirong, kondisi longsor membuat jalan trans tidak dapat dilalui kendaraan.

Warga terdampak saat ini membutuhkan makanan siap saji, sembako, pakaian anak dan dewasa, serta dukungan untuk perbaikan infrastruktur dasar.

Kepala Dinas Nakertrans Sumbar, Firdaus Firman, menyampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah pemulihan.

Laporan lengkap telah disampaikan kepada Kementerian Transmigrasi melalui Sekretaris Jenderal dan sebelumnya juga dibahas bersama Kepala Biro Perencanaan Kementerian Transmigrasi.

Selain itu, penggalangan dana internal dilakukan dan telah terkumpul lebih dari Rp12 juta. “Laporan lengkap sudah kami sampaikan hari ini,” kata Firdaus, Senin (1/12).

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi untuk percepatan penanganan.

“Kami berharap bantuan pemulihan bisa segera mengalir, agar aktivitas masyarakat di kawasan transmigrasi ini kembali pulih,” ujarnya.(ptr)

Editor : Hendra Efison
#Banjir Longsor Sumbar #Warga Mengungsi Pasbar #Transmigrasi Pasaman Barat #Kerusakan Infrastruktur Sumbar