Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemerintah Distribusi 4 Ton Bantuan via Helikopter ke Solok, Agam dan Pasaman Barat Pascabencana

Heri Sugiarto • Senin, 1 Desember 2025 | 22:18 WIB

Helikopter BNPB dikerahkan mengangkut bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025).(Foto: Humas BNPB)
Helikopter BNPB dikerahkan mengangkut bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025).(Foto: Humas BNPB)
PADEK.JAWAPOS.COM-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk mempercepat pengiriman bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat. Langkah ini diambil karena sejumlah akses darat masih terhalang pascabencana, seperti jalan putus dan tertimbun longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pengiriman bantuan melalui udara menjadi solusi agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

“Pemerintah mengerahkan helikopter untuk mempercepat pengiriman bantuan pangan dan non-pangan yang dibutuhkan warga terdampak,” ujarnya, Senin (1/12).

Pada hari yang sama, kata Abdul Muhari, BNPB bersama TNI dan Basarnas mendorong bantuan seberat total 4 ton menuju Kabupaten Solok, Agam, dan Pasaman Barat. Pengiriman dilakukan menggunakan helikopter milik Basarnas dan TNI Angkatan Udara.

Untuk Kabupaten Solok, helikopter Basarnas bernomor HR 3684 mengangkut bantuan seberat 360 kilogram. Bantuan tersebut berisi makanan kemasan, beras, air mineral, bahan baku makanan, kasur, serta obat-obatan untuk kebutuhan pengungsi.

Sementara itu, di Kabupaten Pasaman Barat, helikopter TNI AU membawa 1,34 ton bantuan menuju wilayah Maligi. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan dan non-pangan seperti makanan olahan, makanan anak, makanan siap saji, air mineral, family kit, dan selimut.

Pengiriman bantuan dengan helikopter juga dilakukan ke Kabupaten Agam. Bantuan seberat 2,3 ton diterjunkan ke wilayah Tiku dan Sungai Puar. Paket bantuan tersebut mencakup air mineral, makanan ringan, makanan bayi, makanan olahan, sembako, selimut, dan kasur.

Berdasarkan data sementara per Senin (1/12), BPBD Kabupaten Solok mencatat sebanyak 958 kepala keluarga atau 3.949 jiwa mengungsi, dengan total warga terdampak mencapai 4.750 kepala keluarga.

Di Kabupaten Pasaman Barat, jumlah pengungsi tercatat 338 kepala keluarga atau 1.491 jiwa, dari total 14.808 kepala keluarga atau 57.948 jiwa yang terdampak. Sedangkan di Kabupaten Agam, BPBD setempat masih melakukan proses pendataan di pos-pos pengungsian.

BNPB bersama unsur terkait terus mengoptimalkan "pendistribusian bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara. Pembukaan akses darat juga dilakukan dengan pengerahan alat berat agar distribusi logistik ke wilayah terdampak semakin efektif," kata Abdul Muhari.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pasaman barat #solok #bnpb #agam #bencana sumbar #bantuan helikopter