Kehadiran Imelda di Padang dilakukan sehari setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Sumbar. Ia turun langsung ke lokasi bencana tanpa atribut jabatan, berbaur bersama para korban di tengah kondisi hujan yang masih berlangsung.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan secara spontan bersama Injourney Airport dengan mendirikan posko bencana BUMN di area Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Dari posko ini, bantuan kemudian didistribusikan ke sejumlah titik terdampak.
Imelda menginisiasi langsung berbagai langkah penanganan, mulai dari pemetaan korban, pengadaan perlengkapan logistik, hingga pendistribusian bantuan ke posko-posko pengungsian.
Ia juga meninjau beberapa daerah terdampak, seperti Lubuk Minturun, Pasar Baru, kawasan kampus Universitas Andalas, hingga Batu Busuak bersama tim rescue Gorila Injourney Indonesia.
“Bencana ini adalah sesuatu yang tak terelakan bagi kita semua, namun saat itulah nurani kita tergerak membantu sesama, sesuai dengan misi BUMN Peduli yang memberikan dampak sosial secara langsung kepada masyarakat,” ujar Imelda usai mengikuti rapat koordinasi pimpinan sejumlah BUMN bersama COO Danantara, Dony Oskaria, di Bandara Internasional Minangkabau, kemarin.
Kehadiran Imelda di lokasi bencana turut mendapat apresiasi dari Dony Oskaria. Menurutnya, keterlibatan pimpinan BUMN secara langsung mencerminkan komitmen sosial perusahaan negara terhadap masyarakat.
“BUMN butuh sosok humanis seperti Ibu Imelda Sari karena ini mencerminkan misi BUMN Peduli yang kita canangkan bersama. Saya berharap ini juga dilaksanakan oleh semua BUMN ketika terjadi bencana,” kata Doni.
Ia juga menegaskan bahwa BUMN sebagai milik rakyat harus hadir di saat masyarakat membutuhkan uluran tangan. Hingga saat ini, posko bantuan di Bandara Internasional Minangkabau masih beroperasi untuk mendukung penyaluran bantuan lanjutan bagi korban banjir bandang di Padang.(*)
Editor : Heri Sugiarto