Andre tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 08.00 WIB bersama istrinya, Nurul Anastasia. Dari Lanud Tabing, rombongan menggunakan helikopter terbang menuju Nagari Salareh Aia, Palembayan. Helikopter mendarat di lapangan bola Kayu Pasak sekitar pukul 10.00 WIB.
Di lokasi tersebut, Andre menyerahkan 5.000 paket bantuan melalui Posko DPC Gerindra Agam yang diterima langsung oleh Bupati Agam, Benni Warlis. Sebanyak 4.000 paket diperuntukkan bagi warga Palembayan dan 1.000 paket dialokasikan untuk masyarakat Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga. Mohon segera didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Andre sebelum kembali melanjutkan perjalanan udara menuju Tanahdatar dan Kota Solok.
Selain meninjau posko dan dapur umum, Andre mengunjungi para pengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Salareh Aia Induk, tempat warga bertahan sejak 27 November 2025.
Di lokasi ini, Andre memenuhi sejumlah kebutuhan mendesak seperti diapers bayi, susu anak, susu bayi, dan pakaian dalam.
Dalam diskusi dengan Bupati Agam, disampaikan pula kebutuhan tambahan berupa toilet portabel, genset, serta perbaikan BTS yang rusak akibat banjir bandang. Andre, yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, langsung menghubungi sejumlah BUMN untuk mengupayakan bantuan tersebut.
“Kami sudah meminta beberapa direksi BUMN membantu kebutuhan seperti genset dan toilet portabel. Insya Allah segera sampai,” tegasnya.
Bupati Agam Benni Warlis mengapresiasi langkah cepat Andre Rosiade dalam mendukung penanganan darurat. “Terima kasih kepada Pak Andre Rosiade dan Partai Gerindra atas perhatian dan kepeduliannya. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami,” ujarnya.
Anggota DPRD Agam, Akmal Piliang, yang turut menerima bantuan secara simbolis, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa 4.000 paket bantuan akan segera didistribusikan per nagari.
Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula, yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak banjir bandang.(*)
Editor : Heri Sugiarto